Senin, 01 JUNI 2026 • 19:48 WIB

Hari Lahir Pancasila, Bobby Ajak ASN Wujudkan Nilai Kebangsaan dalam Pelayanan

Author

Bobby Afif Nasution memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Senin (1/6/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sumatera Utara berlangsung di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila masih sangat relevan untuk diterapkan pada masa kini. Menurutnya, Pancasila bukan hanya menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga memiliki makna penting dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Usai memimpin upacara, Bobby menyampaikan bahwa kondisi dunia saat ini penuh dengan dinamika yang membutuhkan pegangan kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Baginya, pelayanan kepada masyarakat harus mencerminkan semangat yang terkandung dalam dasar negara tersebut.

Baca juga: Iduladha 1447 H, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian

Pada upacara itu, Bobby membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Peringatan tersebut disebut sebagai momentum refleksi agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Yudian menyampaikan bahwa Pancasila telah menjadi penuntun bangsa dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Berbagai tantangan yang muncul selama ini dapat dilalui karena bangsa Indonesia memiliki fondasi yang kuat.

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga persatuan. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan keberagaman dapat berjalan seiring.

Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan juga terlihat dari kemampuannya menyatukan masyarakat yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau dengan beragam kelompok etnis.

Dalam pidatonya, Yudian menyebut Pancasila sebagai jangkar moral bangsa. Nilai tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik dunia.

Ia juga berpesan kepada para menteri dan kepala daerah agar setiap kebijakan yang dihasilkan selalu berpijak pada prinsip keadilan sosial. Kebijakan publik diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Baca juga: AFF U-19 2026 Segera Bergulir, Stadion Utama Sumut Jadi Panggung Pembuka

Selain itu, Yudian mengingatkan pentingnya menjaga harmoni kebangsaan dengan menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu persatuan.

Upacara Hari Lahir Pancasila tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, pimpinan OPD Pemprov Sumut, unsur Forkopimda, personel TNI dan Polri, ASN, serta para pelajar.

Melalui peringatan tersebut, semangat Pancasila kembali ditegaskan sebagai fondasi yang terus menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi pedoman menghadapi tantangan masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU