Senin, 01 JUNI 2026 • 10:55 WIB

Derajat Kesehatan Warga Sumut Meningkat, UHH Tembus 74,19 Tahun

Author

Bobby Nasution saat berbincang-bincang dengan warga. (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat perkembangan positif pada sektor kesehatan sepanjang tahun 2025. Berbagai indikator utama menunjukkan hasil yang melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Peningkatan kualitas layanan kesehatan tersebut disebut sebagai hasil dari penguatan program kesehatan yang dijalankan secara terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui visi Kolaborasi Sumut Berkah, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat sistem kesehatan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy menjelaskan bahwa sebagian besar indikator kinerja utama berhasil mencapai hasil yang sangat baik.

Dari tujuh indikator yang menjadi tolok ukur, lima di antaranya mampu melampaui target dengan capaian di atas 100 persen.

Baca juga: Mantan Lurah di Medan Didorong Dokumentasikan Pengabdian untuk Generasi Muda

Salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan positif adalah Umur Harapan Hidup (UHH). Pada tahun 2025, angka UHH di Sumut mencapai 74,19 tahun.

Capaian tersebut lebih tinggi dibanding target yang ditetapkan sebesar 74,01 tahun. Angka itu juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Faisal, kenaikan UHH menjadi salah satu indikator membaiknya kualitas hidup masyarakat dan meningkatnya akses terhadap layanan kesehatan.

Selain itu, keberhasilan besar juga terlihat pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Realisasi AKI di Sumut mencapai 45,38 per 100.000 kelahiran hidup.

Angka tersebut jauh lebih baik dibanding target sebesar 65,78 per 100.000 kelahiran hidup. Capaian itu juga berada di bawah rata-rata nasional tahun 2025.

Perbaikan kondisi kesehatan ibu turut dibarengi dengan membaiknya Angka Kematian Bayi (AKB) yang tercatat sebesar 3,20 per 1.000 kelahiran hidup.

Menurut Dinkes Sumut, penerapan sistem pelaporan berbasis nama dan alamat melalui aplikasi MPDN dari Kementerian Kesehatan membantu mempercepat respons terhadap risiko kematian ibu dan bayi.

Baca juga: Program Rumah Anak SIGAP di Medan Didorong Berkelanjutan dan Tepat Sasaran

Di bidang perlindungan kesehatan, Sumut juga berhasil mempertahankan status Universal Health Coverage. Capaian kepesertaan JKN bahkan mencapai 100,67 persen dari target yang ditetapkan.

Mutu pelayanan kesehatan turut mengalami peningkatan. Persentase fasilitas kesehatan yang memperoleh akreditasi paripurna mencapai 53,96 persen atau melampaui target yang ada.

Meski demikian, Dinkes Sumut tetap memberikan perhatian pada indikator angka kesakitan yang belum mencapai target maksimal karena adanya tantangan penyakit menular dan tidak menular.

Ke depan, berbagai program promotif dan preventif akan terus diperkuat melalui layanan kesehatan primer berbasis digital, penguatan posyandu, serta intervensi gizi terpadu untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU