Sabtu, 07 MARET 2026 • 21:45 WIB

Bantuan Perbaikan Rumah Disalurkan bagi Korban Banjir di Kota Medan

Author

Bantuan Perbaikan Rumah Rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Senyar diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, Selasa (3/3/2026) di Gedung PKK Medan. (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menyerahkan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung PKK Kota Medan pada Selasa (3/3/2026).

Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang dilaksanakan melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan yang disalurkan pada tahap kedua ini ditujukan kepada warga Kota Medan yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir.

Secara keseluruhan, bantuan tahap kedua ini diberikan kepada 50 kepala keluarga. Total anggaran yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp1.095.000.000.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan menerima bantuan sebesar Rp15 juta per rumah.

Baca juga: Pemprov Sumut Perkuat Kolaborasi dengan LPSK Lindungi Saksi dan Korban

Total bantuan untuk kategori kerusakan ringan tersebut mencapai Rp405 juta. Sementara itu, 23 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang menerima bantuan sebesar Rp30 juta per rumah.

Total bantuan yang diberikan untuk kategori kerusakan sedang mencapai Rp690 juta. Program bantuan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pelaksanaannya melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Medan. Acara penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri oleh unsur pengarah BNPB serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain itu, hadir pula Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Yunita Sari serta para camat dari berbagai wilayah di Kota Medan.

Di antara para penerima bantuan, terdapat kisah Nurhaida Manurung bersama suaminya, Maju Simangunsong. Pasangan yang tinggal di Jalan Starban, Polonia, Medan ini mengalami kerugian besar akibat banjir yang terjadi.

Dua bangunan milik mereka hanyut diterjang arus, termasuk dapur dan rumah sewa yang sebelumnya dibangun menggunakan pinjaman modal.

Saat banjir melanda dan ketinggian air mencapai lebih dari dua meter, Nurhaida harus dievakuasi oleh tim SAR menggunakan perahu karet menuju lokasi pengungsian.

Sementara itu, suaminya yang telah menderita stroke selama 14 tahun dievakuasi ke rumah anak mereka di kawasan Simalingkar.

Dalam situasi tersebut, Nurhaida juga mengalami cedera pada kakinya setelah terjatuh dari tangga. Ia mengaku kehilangan sumber penghasilan karena rumah sewa yang menjadi harapan ekonomi keluarga telah hanyut terbawa banjir.

Saat ini, ia hanya mengandalkan gaji pensiun sekitar Rp900 ribu setelah dipotong angsuran pinjaman bangunan yang sudah hilang.

Baca juga: Bobby Nasution Resmikan Jembatan Aek Sipange, Akses Desa di Tapsel Kian Terbuka

Nurhaida mengatakan bantuan perbaikan rumah yang diberikan oleh Pemerintah Kota Medan menjadi harapan baru bagi keluarganya.

Kisah serupa juga dialami oleh warga di bantaran Sungai Belawan. Banjir yang terjadi akibat hujan deras pada akhir November membuat sungai meluap dan menerjang permukiman warga di Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.

Banjir tersebut terjadi menjelang subuh pada 28 November dan kembali datang keesokan harinya sehingga memperparah kondisi warga.

Mardian Habibie Gultom, salah satu warga yang terdampak, mengatakan bahwa banjir tersebut menjadi ujian berat bagi keluarganya yang memiliki empat anak.

Ia dan keluarganya sempat bertahan di lantai dua rumah sebelum akhirnya memutuskan untuk mengungsi demi keselamatan.

Tetangganya, Sunarto, juga mengalami kerusakan parah pada rumahnya setelah tembok dan atap bangunan roboh diterjang arus banjir yang sangat kuat.

Ketinggian air yang mencapai antara 1,2 hingga 2 meter membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Perabot rumah tangga, kendaraan, hingga dokumen penting ikut terdampak oleh banjir tersebut. Para warga sempat mengungsi di SMP Negeri 40 Medan, meskipun lokasi tersebut juga ikut terendam banjir setinggi sekitar satu meter.

Meski menghadapi kesulitan, para warga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan atas bantuan yang diberikan.

Mardian mengaku perhatian dari pemerintah membuat dirinya merasa tidak sendirian menghadapi musibah tersebut. Sementara Sunarto berharap proses perbaikan rumah dapat segera selesai sehingga keluarganya dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU