Sumatera Utara - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi kepada Polrestabes Medan atas capaian dalam 100 hari pemberantasan tindak pidana narkoba. Ia menilai berbagai kasus yang berhasil diungkap merupakan kerja nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri konferensi pers di Mapolrestabes Medan. Dalam kegiatan itu ditampilkan berbagai barang bukti mulai dari sabu, pil ekstasi, hingga liquid vape yang mengandung zat berbahaya.
Menurut Rico, jumlah dan variasi barang bukti menunjukkan kesigapan aparat dalam merespons laporan masyarakat. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dan warga.
Ia memberi perhatian khusus pada temuan narkotika dalam bentuk liquid vape. Produk yang menyerupai barang umum itu dinilai berpotensi menimbulkan risiko besar, terutama bagi generasi muda.
Baca juga: Delapan Kecamatan Siantar Ramaikan Warung Ramadhan
Rico menegaskan bahwa dampak narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga mental dan masa depan. Karena itu, ia menempatkan persoalan tersebut sebagai perhatian serius pemerintah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing. Dukungan warga melalui laporan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang aman.
Selain pemberantasan narkotika, Pemko Medan bersama kepolisian terus memperkuat pengawasan terhadap tempat hiburan malam. Pengawasan dilakukan secara sinergis untuk memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai aturan.
Rico menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan kota.
Baca juga: Medan Targetkan Respons Darurat di Bawah 10 Menit
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan tren positif situasi keamanan. Angka kejahatan jalanan kategori 3C tercatat menurun dari 1.805 laporan menjadi 1.545 laporan.
Penurunan tersebut dinilai sebagai indikator bahwa stabilitas keamanan semakin terjaga. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Namun, Rico menekankan bahwa menjaga keamanan tidak hanya melalui penindakan hukum. Pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan juga menjadi bagian penting.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan bahwa dalam 100 hari terdapat 526 kasus narkoba yang diungkap dengan 718 tersangka. Jenis narkoba yang diamankan meliputi sabu, ganja, ekstasi, Happy Five, liquid vape, serta ratusan botol minuman beralkohol.
Dengan penguatan sinergi, Pemko Medan optimistis upaya pemberantasan narkoba akan berjalan konsisten. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan