Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 21:10 WIB

Pascabencana Longsor, Warga Desa Sihopur Tapsel Masih Menanti Bantuan

Author

Jalan menuju Desa Sihopur sudah terbuka pasca longsor tiga pekan lalu (ANTARA-HO/Ist)

Sumatera Utara - Masyarakat Desa Sihopur, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, menyampaikan harapan agar bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan ke wilayah mereka. Harapan tersebut disampaikan melalui surat permohonan yang diterima pada Jumat, 26 Desember 2025.

Surat itu ditandatangani oleh perwakilan berbagai unsur masyarakat desa, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, perangkat desa, hingga warga setempat.

Dalam surat tersebut, warga menyampaikan bahwa bantuan yang diterima Desa Sihopur sejauh ini masih tergolong minim. Sementara itu, kebutuhan masyarakat terdampak bencana masih cukup besar.

Permohonan bantuan ini diajukan dengan latar belakang terjadinya bencana tanah longsor di Desa Sihopur pada 27 November 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa tersebut memberikan dampak signifikan bagi kehidupan warga.

Akibat longsor tersebut, akses jalan menuju desa sempat terputus. Kondisi ini membuat Desa Sihopur terisolasi dan menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Baca juga: Bobby Nasution Percepat Pembangunan Hunian Tetap bagi Korban Banjir dan Longsor

Selain mengganggu mobilitas warga, bencana tersebut juga berdampak pada roda perekonomian dan aktivitas pendidikan di desa. Warga mengalami kesulitan untuk beraktivitas secara normal.

Dalam suratnya, masyarakat Desa Sihopur memohon bantuan dari berbagai pihak di luar desa. Mereka berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga terdampak.

Permohonan tersebut disampaikan secara terbuka dengan harapan adanya perhatian dan kepedulian dari pihak-pihak terkait terhadap kondisi masyarakat desa.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana di Sumut Kembali Diperpanjang Hingga Akhir Desember

Sementara itu, Kepala Desa Sihopur, Pijor Ritonga, menjelaskan bahwa desa yang dihuni sekitar 90 kepala keluarga atau kurang lebih 234 jiwa tersebut telah menerima bantuan sebanyak dua kali.

Bantuan pertama diterima dari organisasi Pemuda Pancasila Tapanuli Selatan. Selanjutnya, bantuan kedua berasal dari pemerintah pusat.

Meski demikian, warga masih berharap adanya tambahan bantuan untuk membantu pemulihan pascabencana. Harapan ini disampaikan mengingat dampak longsor yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat desa.

Pemerintah desa menyatakan akan terus berupaya menyampaikan kondisi dan kebutuhan warga agar bantuan yang diperlukan dapat tersalurkan dengan tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU