Sumatera Utara - Upaya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi terus dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) bagi warga yang mengungsi di SD Negeri Sipange 2, Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan bahwa pembangunan MCK tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dasar para pengungsi.
Fasilitas sanitasi dinilai sangat penting, mengingat lokasi pengungsian berada di lingkungan sekolah yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi kebersihan dan kesehatan.
Baca juga: Hadapi Tantangan Zaman, Pemko Medan dan APPSI Cari Formula Bangkitkan Pasar
Asrul menuturkan bahwa keberadaan MCK di lokasi pengungsian diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi yang bersih, sehat, dan layak bagi seluruh warga yang terdampak bencana.
Pembangunan MCK ini dilaksanakan dengan melibatkan Babinsa Koramil 03/Pandan serta tenaga masyarakat setempat yang turut berpartisipasi secara aktif.
Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong dan terkoordinasi dengan baik di lokasi pengungsian, sehingga pembangunan dapat berjalan efektif.
Menurut Asrul, progres pembangunan MCK telah mencapai 100 persen dan seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung aman serta lancar sesuai rencana.
Baca juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Wagub Surya Beri Motivasi Siswa Taruna Nusantara
Fasilitas yang telah selesai dibangun ini kini dapat langsung digunakan oleh para pengungsi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pembangunan MCK di area sekolah yang difungsikan sebagai tempat pengungsian merupakan bentuk kepedulian Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan terhadap kebersihan lingkungan.
Selain itu, fasilitas sanitasi yang memadai juga berperan penting dalam menjaga kesehatan warga agar aktivitas pengungsian dapat berjalan dengan baik.
Asrul menambahkan bahwa keberadaan MCK turut membantu menjaga lingkungan sekolah tetap terawat dan layak, meskipun sementara digunakan sebagai lokasi pengungsian akibat bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA