Sumatera Utara - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah membuat ratusan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam kondisi darurat tersebut, kebutuhan air bersih menjadi salah satu hal paling mendesak bagi para pengungsi.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan menghadirkan fasilitas pengolahan air di Kelurahan Simpang Hutanabolon Sipange, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Instalasi pengolah air ini diperuntukkan bagi sekitar 857 jiwa pengungsi yang terdampak langsung bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari para pengungsi selama berada di lokasi pengungsian.
Baca juga: Hadiri Open House Kapolda, Wali Kota Medan Manfaatkan Natal 2025 untuk Silaturahmi
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menjelaskan bahwa sumber air berasal dari sumur bor yang kemudian diolah menggunakan sistem reverse osmosis atau RO.
Melalui proses tersebut, air yang dihasilkan telah memenuhi standar kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi. Air bersih ini dapat langsung diminum maupun dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti memasak dan keperluan harian pengungsi.
Keberadaan instalasi penjernih air ini dinilai sangat membantu dalam menjaga kualitas hidup masyarakat yang terdampak bencana, terutama dalam situasi darurat yang serba terbatas.
Asrul menyampaikan harapannya agar fasilitas tersebut mampu menciptakan lingkungan pengungsian yang sehat, bersih, dan layak huni bagi seluruh warga yang berada di lokasi tersebut.
Dalam proses pemasangannya, Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan melibatkan berbagai pihak. Tim yang terlibat terdiri dari personel Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Pasi Ops Kodim 0211/TT, Babinsa Koramil 03/Pandan, teknisi dari Kementerian Pertahanan, serta pihak Universitas Pertahanan.
Baca juga: UMK Medan 2026 Diusulkan Naik, Wali Kota Tekankan Keseimbangan Kesejahteraan dan Produktivitas
Seluruh tahapan pengerjaan instalasi berlangsung selama empat hari. Proses tersebut berjalan dengan lancar, aman, dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Selain itu, pemasangan juga dilakukan dengan pengawasan teknisi dari Kementerian Pertahanan serta koordinasi yang baik dengan pihak terkait, mulai dari pembuatan tempat hingga instalasi mesin selesai.
Menurut Asrul, penyediaan mesin pengolah air ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Kodam I/Bukit Barisan bersama jajarannya menegaskan komitmen untuk terus mendukung penanganan bencana hingga seluruh kondisi dan akses di wilayah terdampak kembali normal, baik melalui jalur darat maupun udara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA