Sumatera Utara - Memasuki masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kunjungan wisata di Pemandian Alam Air Terjun Aek Sijornih, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengalami penurunan signifikan.
Objek wisata alam yang biasanya ramai ini justru terlihat sepi dari pengunjung. Kondisi tersebut berbeda jauh dibandingkan periode liburan di tahun-tahun sebelumnya.
Humas Wisata Aek Sijornih, Kurniawan Nasution, menyebut penurunan jumlah pengunjung mencapai hampir 80 persen. Angka ini menjadi salah satu penurunan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk Tapanuli Selatan.
Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sebelumnya memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian. Banyak calon wisatawan memilih membatalkan rencana liburan.
Baca juga: UMK Medan 2026 Diusulkan Naik, Wali Kota Tekankan Keseimbangan Kesejahteraan dan Produktivitas
Keberadaan bekas longsor di beberapa titik ruas Jalan Lintas Sumatera turut menjadi pertimbangan. Akses jalan yang terdampak membuat perjalanan terasa kurang aman.
Selain itu, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi juga menjadi faktor penurunan kunjungan. Kondisi tersebut membuat wisata keluarga menjadi kurang diminati.
Kurniawan berharap situasi pasca bencana dapat segera pulih. Ia mendoakan agar kehidupan masyarakat yang terdampak bisa kembali normal.
Menurutnya, pemulihan tidak hanya penting bagi warga, tetapi juga bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Aktivitas wisata diharapkan kembali menggeliat.
Baca juga: Hadiri Open House Kapolda, Wali Kota Medan Manfaatkan Natal 2025 untuk Silaturahmi
Ia menilai Aek Sijornih memiliki potensi besar karena lokasinya strategis dan telah dikenal luas. Objek wisata ini bahkan telah dikenal hingga mancanegara.
Aek Sijornih berada di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi, dan berdekatan dengan Jalan Lintas Sumatera arah Padangsidimpuan–Mandailing Natal.
Dengan kondisi yang membaik, pengelola berharap wisatawan kembali berkunjung dan roda ekonomi masyarakat sekitar dapat kembali berjalan seperti sedia kala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA