Sumatera Utara - Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Perumnas Medan II menjadi momentum penting bagi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Dalam acara bertema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Rico hadir memberikan dukungan dan penghargaan atas kontribusi besar Muhammadiyah bagi masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa peran organisasi ini tidak hanya sebatas kegiatan internal, tetapi turut menyentuh kepentingan bangsa.
Pada kesempatan itu, Rico menyampaikan ucapan selamat milad sekaligus apresiasi. Menurutnya, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara Pemko Medan dan Muhammadiyah demi meningkatkan kesejahteraan bersama.
Rico menekankan bahwa Pemkot Medan siap mendampingi berbagai gagasan dan program Muhammadiyah yang berorientasi pada kemajuan bangsa. Ia menilai bahwa kolaborasi menjadi jalan terbaik agar ide-ide besar dapat diwujudkan secara konkret dan berkelanjutan.
Baca juga: Literasi Keuangan Sumut Tembus 80%, Sinergi Jadi Motor Utama
Acara tabligh akbar tersebut juga dimanfaatkan Rico untuk membahas isu penting terkait masa depan kota, terutama tentang pembangunan Medan sebagai kota layak anak. Ia menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Ia menjelaskan bahwa masih banyak tantangan yang perlu diatasi, seperti kasus anak putus sekolah dan anak yang terpaksa bekerja di jalanan. Salah satu upaya yang telah dilakukan Pemko Medan adalah menyediakan program tebus ijazah, sebagai solusi agar anak-anak dapat kembali menempuh pendidikan.
Rico menyampaikan bahwa masa depan kota sangat bergantung pada generasi mudanya. Karena itu, upaya melindungi anak-anak menjadi tanggung jawab bersama. Kerja sama antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah diyakini dapat memperkuat dampak dari berbagai program tersebut.
Selain membahas isu anak, Rico juga menyinggung penggunaan teknologi digital. Ia mengingatkan agar masyarakat bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi agar tidak membawa dampak negatif bagi kehidupan sosial.
Baca juga: SFB 2025 Jadi Magnet Baru bagi Desainer, UMKM, dan Pelaku Kreatif Sumut
Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat untuk kemajuan, bukan membuat manusia semakin individualistis. Ia mengajak masyarakat menjadikan perkembangan digital sebagai peluang untuk hal-hal positif.
Rico menekankan bahwa teknologi yang salah digunakan dapat mengikis interaksi sosial. Karena itu, masyarakat perlu memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tetap berada dalam koridor yang baik dan produktif untuk kemajuan bersama.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama demi kesejahteraan bangsa. Melalui sinergi yang kuat, ia optimistis bahwa berbagai tantangan di kota dapat diatasi secara lebih efektif. Milad Muhammadiyah pun menjadi ruang untuk merefleksikan kembali peran kolaboratif dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan