Sumatera Utara - Program Berobat Gratis Sumut Berkah yang digagas Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, terus menuai respons positif dari masyarakat. Melalui kebijakan Universal Health Coverage (UHC), masyarakat kini dapat berobat cukup dengan menunjukkan KTP, tanpa harus memiliki kartu jaminan kesehatan.
Salah satu warga yang merasakan manfaat langsung dari program ini adalah Sampurna Munte, pasien di RSU Haji Medan. Ia mengaku terbantu dengan kemudahan layanan kesehatan gratis tersebut. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki asuransi kesehatan.
Sampurna menceritakan pengalamannya saat dirawat karena demam tinggi. Ia hanya membawa KTP, langsung mendapat pelayanan cepat dari tenaga medis di Instalasi Gawat Darurat RSU Haji. “Saya langsung ditangani tanpa lama menunggu, diinfus dan dikasih obat. Pelayanannya luar biasa,” ujarnya.
Baca juga: Lewat Program HATINYA PKK, Kahiyang Ayu Dorong Warga Siantar Manfaatkan Pekarangan Rumah
Ia mengetahui program ini dari sepupunya yang juga pernah berobat gratis melalui Probis Sumut Berkah. “Kalau dihitung, biaya pengobatan bisa sampai tiga juta rupiah, tapi semua gratis,” tuturnya dengan syukur.
Cerita serupa datang dari Ahmad Idul Fitri Lubis, warga Medan yang juga dirawat di RSU Haji. Ia awalnya hanya berobat jalan, namun karena kondisi memburuk, disarankan rawat inap. “Semua prosesnya mudah, cukup pakai KTP,” katanya.
Selama tiga hari perawatan, Ahmad mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. Petugas medis dinilainya ramah dan sigap, sementara obat dan makanan pasien diatur dengan baik. Ia pun berharap program ini terus dilanjutkan agar lebih banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
Baca juga: Target Rp28 Miliar, Bobby Nasution Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat di Sumut
Menurut Direktur RSU Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, sejak program ini berjalan, jumlah pasien meningkat signifikan. Kendala administratif sempat terjadi, namun kini telah diatasi melalui berbagai langkah strategis.
Pihak rumah sakit menambah tenaga medis dan staf administrasi untuk mempercepat layanan. Mereka juga memperkuat koordinasi dengan BPJS Kesehatan agar validasi data berjalan lancar. Selain itu, sistem antrean dan layanan berbasis digital terus dioptimalkan.
Sri menegaskan bahwa RSU Haji Medan berkomitmen penuh mendukung keberlanjutan program ini. Pelayanan kini disederhanakan agar pasien cukup menunjukkan KTP tanpa hambatan administratif.
Untuk menjaga mutu, rumah sakit rutin melakukan evaluasi terhadap waktu tunggu, kualitas layanan, dan tingkat kepuasan pasien. “Kami ingin memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA