Senin, 14 JULI 2025 • 00:55 WIB

BP Kaldera Toba Lakukan Pra Revalidasi untuk Sukseskan Status Geopark UNESCO

Author

Badan Pengelola (BP) Geopark Kaldera Toba dan Asesor Unesco Soo Jae Lee melakukan pra revalidasi geopark. (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba menggelar pra revalidasi menjelang penilaian resmi dari UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 25 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meminimalisir berbagai potensi permasalahan.

Asesor UNESCO Soo Jae Lee turut serta dalam rangkaian kegiatan pra revalidasi tersebut. Ia mengunjungi beberapa geosite mulai dari Sipinsur dan Huta Ginjang pada Jumat, 11 Juli 2025.

Kunjungan dilanjutkan ke Sibaganding, Taman Eden 100, dan Huta Siallagan pada Sabtu, 12 Juli 2025. Sementara pada Minggu, 13 Juli 2025, peninjauan dilakukan ke SMK Negeri 1 Simanindo, Kampung Ulos Huta Raja, dan Air Terjun Sipiso-Piso.

Baca juga: Kawasan Danau Toba Siap Hadapi Revalidasi Geopark UNESCO 2025

Tak hanya fasilitas geosite, Soo Jae Lee juga memeriksa kesiapan sektor pendidikan dan UMKM, serta menilai sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam pelestarian geopark. Ia juga menyaksikan sejumlah atraksi budaya.

Plt Kepala Bappelitbang Sumut, Dikky Anugerah, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk simulasi sebelum revalidasi resmi berlangsung. Hal ini untuk mengetahui langsung kelemahan yang harus segera diperbaiki.

Dikky menjelaskan beberapa aspek penting yang harus dibenahi, seperti kemitraan strategis, visibilitas, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga geopark. Menurutnya, sebagian besar persoalan sudah mulai ditangani.

Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga optimis bahwa kawasan Geopark Danau Toba akan mendapat hasil positif. Ia berharap kerja sama antar pihak terus ditingkatkan demi kemajuan wilayah tersebut.

Baca juga: Modus Baru! Penumpang Becak Ditangkap Bawa 7,54 Kg Sabu di Dalam CPU Komputer

Kastorius menyebutkan bahwa targetnya adalah memperoleh “green card” dari UNESCO, bahkan dengan nilai terbaik. Ini akan membuka peluang lebih besar bagi pengembangan kawasan.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas Togu Pardede menyoroti pentingnya edukasi geopark di kalangan pelajar. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat turut serta menjaga warisan alam.

Menurut Togu, pemahaman tentang geopark harus dimulai dari bangku sekolah, sehingga warisan ini bisa tetap terjaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi penerus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU