Sumatera Utara - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak yang luas bagi masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian lokal.
Pernyataan itu disampaikan Rico Waas saat membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terkait kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelaku usaha potensial di Kota Medan.
Menurutnya, keberadaan SPPG menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program MBG. Selain menyediakan makanan bergizi, keberadaan dapur-dapur SPPG juga menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan sekitar.
Rico menjelaskan bahwa pembangunan gizi tidak terlepas dari proses penyediaan bahan pangan yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, keberadaan SPPG harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut adalah memastikan anak-anak memperoleh makanan bergizi dengan standar yang baik dan merata.
Baca juga: AFF U-19 2026 Segera Bergulir, Stadion Utama Sumut Jadi Panggung Pembuka
Di Kota Medan sendiri, program MBG ditargetkan menjangkau sekitar 700 ribu anak yang tersebar di 21 kecamatan. Untuk mendukung target tersebut, direncanakan berdiri sebanyak 255 SPPG.
Saat ini, menurut Rico Waas, sebanyak 235 SPPG telah aktif beroperasi. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan semakin mempercepat pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Selain mendukung kesehatan generasi muda, program ini juga diproyeksikan membuka peluang kerja baru. Setiap SPPG diperkirakan mampu menyerap sekitar 47 hingga 50 tenaga kerja lokal.
Rico berharap kesempatan kerja tersebut dapat diberikan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi dapur SPPG, khususnya kelompok masyarakat yang masuk kategori tingkat kesejahteraan terendah.
Ia juga menginginkan kebutuhan bahan baku SPPG dipenuhi dari pelaku usaha lokal. Mulai dari pedagang pasar, peternak, pelaku urban farming, hingga pengrajin di sekitar lokasi dapur diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.
Baca juga: Derajat Kesehatan Warga Sumut Meningkat, UHH Tembus 74,19 Tahun
Menurut Rico, kebutuhan pangan yang diperlukan untuk menjalankan program MBG sangat besar. Kebutuhan beras saja mencapai 183 ton per minggu, sementara daging ayam mencapai 21 ton per minggu.
Karena itu, ia ingin pelaku usaha kecil memperoleh kesempatan untuk menjadi pemasok kebutuhan SPPG sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan