Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama terkait pengelolaan sampah berkelanjutan dan penguatan sistem digital di Kota Medan.
Dalam pertemuan itu, Rico Waas menyambut baik peluang kolaborasi yang ditawarkan UNDP Indonesia.
Menurutnya, terdapat banyak sektor yang berpotensi untuk dikerjasamakan antara Pemko Medan dan UNDP.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan pengelolaan sampah serta penguatan sistem digital pelayanan publik.
Rico Waas juga menjelaskan Kota Medan merupakan kota multikultural dengan keberagaman suku, agama, dan budaya.
Baca juga: Wagub Sumut Apresiasi Kolaborasi BKKBN dalam Program Keluarga di Sumut
Ia menyebut keberagaman tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Kota Medan sebagai kota terbesar keempat di Indonesia.
Masyarakat dari berbagai latar belakang seperti Melayu, Batak, Tionghoa, hingga India disebut hidup berdampingan di Kota Medan.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kota Medan juga terus menunjukkan perkembangan positif.
Perkembangan tersebut didukung investasi serta pertumbuhan UMKM, terutama di sektor kuliner dan produk lokal yang mulai diarahkan menuju pasar ekspor.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga memaparkan komitmen Pemko Medan dalam mengembangkan kawasan heritage dan wisata sejarah.
Beberapa kawasan yang disebut antara lain Lapangan Merdeka Medan, Kesawan, dan Warenhuis.
Baca juga: Hubungan Sumut dan Belanda Didorong Lebih Erat Lewat Investasi dan SDM
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan