Sumatera Utara - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Kota Medan Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Four Point pada Selasa, 31 Maret 2026.
Musrenbang tersebut mengusung tema percepatan investasi untuk mendorong perekonomian kota yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Tema ini menjadi arah utama pembangunan Kota Medan ke depan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini. Di antaranya Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Wong Chun Sen, serta unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Rico menegaskan bahwa Medan tidak boleh stagnan. Ia menilai kota ini harus terus bergerak maju dan berkembang.
Sebagai kota terbesar di wilayah barat Indonesia, Medan memiliki posisi strategis. Apalagi letaknya yang berhadapan langsung dengan negara tetangga.
Rico menyebutkan bahwa Medan harus mampu menjadi simbol kemajuan nasional. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dimanfaatkan.
Baca juga: 1.661 Jemaah Ikuti Manasik Haji Akbar Bank Sumut, Fokus pada Kesiapan
Ia kemudian memaparkan empat fokus utama pembangunan. Fokus pertama adalah penguatan ekonomi kerakyatan yang inklusif.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM dan revitalisasi pasar tradisional harus menjadi prioritas. Dengan demikian, ekonomi tidak hanya dikuasai kelompok tertentu.
Fokus kedua adalah pembangunan infrastruktur yang merata. Rico menekankan pembangunan tidak hanya terpusat di tengah kota.
Wilayah Medan bagian Utara disebut menjadi perhatian khusus. Pemerataan pembangunan dinilai penting untuk keadilan wilayah.
Fokus ketiga adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kesehatan dan pendidikan.
Sementara fokus keempat adalah reformasi birokrasi. Pelayanan publik harus profesional, transparan, dan berbasis digital.
Rico juga menetapkan sejumlah target indikator makro. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,7 hingga 6,1 persen.
Baca juga: Seleksi KI Sumut 2026–2030 Resmi Dibuka, Masyarakat Diajak Berpartisipasi
Angka kemiskinan diharapkan turun menjadi 6,0 hingga 6,5 persen. Selain itu, IPM ditargetkan menembus angka 86,2 hingga 86,6 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan