Sumatera Utara - Masyarakat Kepulauan Nias akhirnya dapat kembali menikmati akses penghubung yang selama ini dinantikan. Jembatan Idano Noyo yang sempat putus akibat banjir pada Maret 2025 kini telah selesai dibangun ulang dan resmi digunakan.
Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran lebih dari seribu orang yang memadati lokasi peresmian.
Jembatan yang menghubungkan Nias Barat dan Nias Selatan itu sebelumnya mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir. Sejak saat itu, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut untuk memulihkan kembali akses vital tersebut.
Baca juga: Pemko Medan Libatkan Kejaksaan Demi Pembangunan yang Tertib dan Akuntabel
Struktur baru Jembatan Idano Noyo dibangun dengan tipe A berbahan baja, memiliki panjang 95 meter dan lebar 9 meter. Pembangunan jembatan ini menelan anggaran sekitar Rp46,7 miliar.
Dalam sambutannya, Bobby Nasution menyebut proses pembangunan sempat diragukan sejumlah pihak. Namun, ia memastikan proyek tersebut selesai pada awal 2026 dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat secara umum.
Selain meresmikan jembatan, Bobby juga menyampaikan peningkatan infrastruktur jalan provinsi dari Gunungsitoli menuju Mandrehe sepanjang sekitar 50 kilometer. Perbaikan tersebut memangkas waktu tempuh yang sebelumnya sekitar dua jam menjadi kurang dari satu jam.
Menurut Bobby, pada tahun 2025 Pemprov Sumut telah mengalokasikan sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan di Kepulauan Nias. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah dalam pemerataan pembangunan.
Untuk tahun berikutnya, Pemprov Sumut berencana mengucurkan anggaran sekitar Rp300 miliar bagi wilayah Kepulauan Nias. Bobby berharap pembangunan yang dilakukan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Baca juga: Kekerasan Anak Masih Tinggi, Pemprov Sumut Ingatkan Peran Keluarga
Manfaat pembangunan mulai dirasakan warga. Christina Gulo, seorang pedagang kebutuhan sehari-hari, mengaku omzet usahanya meningkat hingga 50 persen setelah akses jalan dan jembatan diperbaiki.
Ia juga menyampaikan bahwa keluarganya tidak lagi perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi menyeberang sungai menggunakan sampan.
Peresmian jembatan turut dihadiri sejumlah kepala daerah di wilayah Nias, pimpinan DPRD, Forkopimda, serta jajaran OPD provinsi dan kabupaten. Momentum ini menjadi simbol bangkitnya konektivitas dan harapan baru bagi masyarakat Nias.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA