Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 08:20 WIB

Desa Bandar Tarutung Kembali Terisolasi Usai Banjir Bandang

Desa Bandar Tarutung Kembali Terisolasi Usai Banjir BandangDesa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan yang kembali terjadi banjir bandang, Jumat (2/1/2026). (ANTARA-HO/Ist) 

Sumatera Utara - Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Peristiwa ini dipicu hujan deras yang menyebabkan Sungai Batang Toru meluap.

Dampak banjir kali ini dirasakan cukup luas. Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Bandar Tarutung di Kecamatan Angkola Sangkunur.

Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, menyampaikan bahwa desanya kini terisolasi. Akses jalan kabupaten tertutup banjir dengan ketinggian air lebih dari satu meter.

Genangan air membuat mobilitas warga lumpuh. Jalur penghubung di Kampung Sirongit tidak dapat dilalui akibat tingginya air.

Sejumlah kawasan permukiman warga terendam banjir. Wilayah terdampak meliputi Kampung Suka Maju atau Benteng hingga Lingkungan SD Inpres.

Baca juga: Tanpa Kembang Api, Prabowo dan Bobby Sambut Tahun Baru Bersama Pengungsi Batuhula

Selain itu, air juga merendam Lorong IV Lingkungan Utama, Kampung Malako, Kampung Baru, dan Kampung Kemuning. Genangan air mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Menurut laporan, ketinggian air bervariasi dari setinggi pinggang hingga mencapai leher orang dewasa. Kondisi ini memaksa warga mengungsi.

Lebih dari 100 jiwa terpaksa meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Pengungsian dilakukan demi menghindari risiko keselamatan.

Sulhan menjelaskan banjir dipicu oleh luapan tiga sungai yang melintasi desa. Sungai Batang Toru menjadi penyumbang luapan terbesar.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Koperasi Merah Putih Tandai Komitmen Kemandirian Ekonomi Warga

Ia juga mengungkap adanya sekitar 500 meter tebing Sungai Batang Toru yang jebol sejak banjir bandang sebelumnya pada November 2025.

Kerusakan tersebut menyebabkan air sulit surut dan banjir kerap berulang. Jika tidak segera dinormalisasi, desa berpenduduk sekitar dua ribu jiwa terancam tenggelam.

Selain permukiman, ratusan hektare lahan perkebunan warga juga berada dalam ancaman. Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Desa Bandar Tarutung Kembali Terisolasi Usai Banjir Bandang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!