Sumatera Utara - Malam pergantian tahun biasanya identik dengan pesta, kembang api, dan hitung mundur. Namun suasana itu tidak terlihat di Posko Darurat Bencana Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, saat memasuki tahun 2026.
Di lokasi pengungsian tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memilih menghabiskan malam tahun baru dengan cara berbeda. Mereka hadir langsung di tengah warga yang terdampak bencana.
Sejak siang hari sebelumnya, Gubernur Bobby Nasution telah mendampingi Presiden meninjau kawasan terdampak. Kunjungan tersebut berlanjut hingga malam hari, menandai komitmen pemerintah untuk terus berada bersama masyarakat.
Ketika malam semakin larut, suasana posko terasa lebih hangat. Anak-anak pengungsi tampak antusias menyaksikan pemutaran film dan hiburan sederhana yang disiapkan khusus untuk mereka.
Baca juga: Peletakan Batu Pertama Koperasi Merah Putih Tandai Komitmen Kemandirian Ekonomi Warga
Tayangan tersebut menjadi sarana pengalihan sejenak dari rasa takut dan trauma akibat bencana yang melanda wilayah mereka. Senyum anak-anak pun menjadi pemandangan yang menguatkan suasana malam itu.
Gubernur Bobby Nasution menyampaikan bahwa upaya mitigasi dan rehabilitasi terus berjalan, termasuk rencana pembangunan hunian bagi warga terdampak. Di sela proses tersebut, hiburan sederhana dipilih sebagai bentuk perhatian emosional.
Menurutnya, kehadiran Presiden secara langsung di lokasi pengungsian memberi semangat tersendiri bagi warga. Hal itu terlihat dari antusiasme warga yang menyambut setiap sapaan.
Tak hanya menyapa, Gubernur juga terlihat berbincang santai di warung kopi sederhana di sekitar posko. Ia mendengarkan cerita warga tentang kehilangan dan harapan yang mereka simpan.
Baca juga: Forkopimda Turun Langsung, Medan Pastikan Malam Tahun Baru Aman dan Kondusif
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penguatan kepada para pengungsi. Ia mengajak warga untuk tetap kuat dan saling mendukung di tengah cobaan.
Presiden juga memastikan bahwa seluruh jajaran pemerintah bekerja maksimal menangani dampak bencana. Ia mencontohkan pembangunan jembatan darurat yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Menjelang pergantian tahun, Presiden mengajak warga menyongsong 2026 dengan optimisme. Ia menegaskan pentingnya menjaga alam agar musibah serupa tidak terulang.
Ucapan selamat tahun baru disampaikan tanpa kemeriahan, namun sarat makna. Di tengah kesederhanaan posko pengungsian, harapan baru perlahan tumbuh bersama kehadiran negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA