Sumatera Utara - Sore di Batangtoru, Tapanuli Selatan, berubah menjadi lebih ramai dari biasanya. Kehadiran Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di sebuah warung kopi sederhana langsung menyedot perhatian warga sekitar.
Di sela agenda kunjungan Presiden RI ke wilayah pascabencana, Bobby memilih menunggu jadwal berikutnya dengan cara yang tak biasa. Ia duduk santai dan menikmati kopi bersama warga setempat.
Tanpa jarak dan tanpa protokoler berlebihan, suasana kebersamaan pun tercipta. Gubernur terlihat duduk satu meja bersama Menteri Sekretaris Kabinet, Kepala Staf Angkatan Darat, dan Bupati Tapanuli Selatan.
Percakapan ringan mengalir sambil menunggu agenda Presiden yang akan melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian. Kehangatan terasa di tengah kesederhanaan warung kopi tersebut.
Momen ini dengan cepat menyebar. Warga yang melihat Bobby melintas langsung mendekat, meminta bersalaman dan berfoto bersama. Senyum dan sapa singkat menjadi pemicu antusiasme.
Baca juga: Pemprov Sumut Tegaskan Bantuan Bencana Tetap Dikirim Cepat Meski Ada Kendala Teknis
Tak lama, warung kopi yang semula lengang berubah menjadi ramai. Meja-meja dipenuhi warga dari berbagai latar belakang yang ingin menyapa langsung Gubernur.
Pengendara yang melintas pun ikut berhenti. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang masih mengenakan helm karena terlalu bersemangat menghampiri.
Meski dikerumuni, Bobby tetap melayani warga satu per satu. Dengan sikap ramah, ia menyempatkan diri berbincang singkat dan melayani permintaan foto.
Selama hampir satu jam, arus warga tak berhenti. Anak-anak, remaja, hingga orang tua silih berganti mendekat, menciptakan suasana penuh keakraban.
Baca juga: Pemprov dan DPRD Sumut Sepakati Tiga Ranperda untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
Bagi warga Batangtoru, momen tersebut bukan sekadar pertemuan biasa. Kehadiran pemimpin di ruang publik memberi rasa dekat dan perhatian di tengah proses pemulihan pascabencana.
Interaksi sederhana ini menjadi penguat moral bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit. Kehadiran pemimpin secara langsung dinilai membawa harapan baru.
Sore itu, secangkir kopi menjadi simbol kedekatan, empati, dan semangat kebersamaan antara pemimpin dan warganya di Tapanuli Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA