Sumatera Utara - Tugas pendampingan koperasi di wilayah terpencil Kabupaten Mandailing Natal menuntut dedikasi tinggi. Hal ini dirasakan langsung oleh Mora Sofyan Lubis, Petugas Business Assistant Koperasi yang bertugas mendampingi koperasi di sejumlah desa dengan kondisi geografis sulit.
Mora Sofyan merupakan satu dari 40 BA Koperasi yang ditugaskan oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendampingi 404 desa dan kelurahan di 23 kecamatan di Mandailing Natal.
Penugasan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Kementerian Koperasi yang ditetapkan pada Oktober lalu. Dalam tugasnya, BA Koperasi memiliki peran penting dalam penguatan usaha dan kelembagaan koperasi.
Pendampingan yang dilakukan mencakup penyusunan rencana bisnis, perbaikan manajemen dan administrasi, peningkatan kapasitas pengurus, hingga fasilitasi akses permodalan dan kemitraan.
Baca juga: DWP Sumut Dorong Kepedulian Kesehatan Mental Remaja Lewat Seminar Edukatif
Mora Sofyan, lulusan Sarjana Ilmu Politik IISIP Jakarta, berdomisili di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur. Ia bertanggung jawab membina 10 desa dan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Muara Sipongi dan Kecamatan Pakantan.
Wilayah binaannya meliputi Kelurahan Muara Sipongi serta sejumlah desa lain, termasuk Desa Silogun yang dikenal memiliki akses paling sulit.
Dalam menjalankan tugas, Mora harus menempuh perjalanan hingga empat jam menggunakan sepeda motor. Bahkan untuk mencapai Desa Silogun, ia harus melewati wilayah Sumatera Barat karena akses dari Pakantan tidak dapat dilalui.
Medan perjalanan yang berat, kondisi cuaca, serta risiko kerusakan kendaraan menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap hari.
Selain tantangan geografis, Mora juga menghadapi hambatan sosial, seperti perbedaan bahasa daerah, rendahnya respons sebagian pengurus koperasi, serta persepsi keliru masyarakat tentang koperasi.
Baca juga: Groundbreaking KKMP Medan Tandai Awal Penguatan Ekonomi Berbasis Kelurahan
Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah berniat menyerah. Dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas pendampingan tersebut.
Menurutnya, pembangunan akses jalan menuju desa-desa terpencil menjadi kebutuhan mendesak agar wilayah tidak terus terisolasi dan koperasi dapat berkembang.
Ia berharap, ketika akses dan koperasi telah maju, pengurus mampu menjaga transparansi dan profesionalisme demi membangun kepercayaan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA