Sumatera Utara - Pertamina mengambil langkah strategis dengan menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam di wilayah Sumatera Utara. Keputusan ini diambil usai rapat darurat bencana bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, di Kantor Bupati Tapteng.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa saat ini di Medan terdapat 90 SPBU. Dari jumlah tersebut, baru 40 SPBU yang menjalankan layanan operasional penuh 24 jam. Melalui rapat itu, diputuskan bahwa jumlah SPBU 24 jam akan ditingkatkan menjadi sekitar 60 unit, bahkan jika memungkinkan diperluas hingga seluruh 90 SPBU.
Ega juga memastikan bahwa stok BBM di Medan dalam kondisi aman. Ia menyebut dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di pelabuhan Medan sehingga pasokan untuk wilayah tersebut dapat terjaga. Penambahan SPBU 24 jam bertujuan untuk mengurai antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, pasokan BBM untuk Tapanuli Tengah dan Sibolga juga menjadi sorotan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa upaya memasukkan pasokan BBM ke dua wilayah terdampak bencana telah dimulai kembali. Hambatan sebelumnya terjadi akibat kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui.
Baca juga: SDN 060907 Kembali Berbenah Pasca Banjir, Wali Kota Pantau Kondisi Terkini
Untuk mempercepat distribusi, Bahlil meminta Pertamina Patra Niaga menambah jumlah pompa bensin yang aktif. Dari tiga pompa bensin yang berjalan, jumlahnya ditingkatkan menjadi lima unit dengan layanan 24 jam penuh. Kebijakan ini diterapkan tanpa penggunaan barcode agar distribusi dapat berlangsung lebih cepat.
Bahlil juga mengingatkan agar pasokan BBM tidak disalahgunakan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan warga untuk menggunakan BBM sesuai kebutuhan, terutama dalam situasi darurat bencana seperti saat ini.
Langkah Pertamina ini diharapkan dapat membantu pergerakan logistik dan transportasi masyarakat. Terlebih, akses menuju beberapa wilayah bencana masih membutuhkan dukungan kendaraan berat dan kendaraan bantuan.
Dengan stok yang terjamin dan layanan yang diperpanjang, pemerintah berharap antrean panjang di SPBU tidak lagi terjadi. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan mobilitas masyarakat.
Baca juga: Komdigi Dirikan Posko Trauma Healing untuk Pulihkan Warga Hamparan Perak
Ega menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Penanganan BBM di wilayah bencana akan menjadi salah satu prioritas selama masa pemulihan.
Keputusan penambahan SPBU 24 jam ini menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat di tengah kondisi darurat. Pertamina menegaskan komitmennya untuk memastikan pasokan BBM tetap terkendali dan mudah diakses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA