Sumatera Utara - Perbaikan infrastruktur kembali menjadi perhatian utama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Kali ini, ia memastikan jalan rusak yang menghubungkan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan Toba akan mulai dikerjakan tahun ini. Proyek tersebut dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi ruas jalan berbeda tingkat kerusakannya.
Untuk tahap awal, pengerjaan difokuskan pada ruas jalan di Labura sepanjang 3,1 kilometer. Sedangkan ruas jalan Silimbat-Parsoburan di Toba, yang mengalami kerusakan lebih parah, akan mulai diperbaiki pada awal tahun 2026. Keputusan ini diambil karena waktu pengerjaan yang tersisa pada tahun ini tidak mencukupi untuk menyelesaikan keseluruhan proyek.
Bobby menegaskan, perbaikan jalan ini sangat strategis karena berhubungan langsung dengan distribusi hasil pertanian masyarakat. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak telah menekan harga hasil pertanian dari Kecamatan Habinsaran, Borbor, hingga Nassau, sehingga lebih rendah dibanding daerah lain.
Tak hanya itu, kerusakan jalan juga berdampak pada tingginya harga kebutuhan pokok. Mulai dari pupuk, peralatan pertanian, hingga bahan makanan sehari-hari, semua menjadi lebih mahal karena akses distribusi yang sulit. Perbaikan jalan diharapkan mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca juga: Sekolah Rakyat Hadirkan Akses Belajar Gratis Untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Menurut Bobby, jalan yang terhubung dengan baik akan memberikan dampak langsung terhadap harga komoditas. Petani tidak lagi harus menanggung kerugian akibat jalur distribusi memutar yang membuat harga jual turun drastis. “Kalau itu nyambung, kenaikannya bisa sampai Rp700,” ungkapnya.
Masyarakat setempat menyambut baik kabar ini. Sunggul Pasaribu, warga Kecamatan Habinsaran, menyatakan jalan rusak sudah menjadi masalah puluhan tahun. Ia berharap pengerjaan jalan dapat diselesaikan secepatnya agar akses warga lebih mudah, terutama untuk menjual hasil pertanian dan kebutuhan mendesak seperti berobat.
“Sudah lama sekali kami menunggu perbaikan ini. Sulit sekali menjual hasil pertanian dengan harga layak karena jalan rusak, bahkan untuk ke rumah sakit pun susah,” katanya dengan penuh harapan.
Baca juga: Sekdaprov Sumut Tekankan Layanan RSJ Prof Ildrem dan Perubahan Stigma
Selain warga, kehadiran para pejabat dalam kunjungan Bobby turut memperlihatkan keseriusan pemerintah. Turut hadir Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu, Ketua PKK Toba Astita boru Simanjuntak, serta sejumlah pejabat Forkopimda.
Dari lingkup provinsi, Kepala Dinas PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar dan Kadis Koperasi serta UKM Naslindo Sirait juga mendampingi langsung. Kehadiran mereka menunjukkan koordinasi lintas sektor untuk mendukung proyek ini.
Bobby menekankan bahwa meski pengerjaan dilakukan bertahap, tujuan akhirnya adalah menciptakan akses jalan yang layak. Dengan begitu, hasil pertanian akan lebih kompetitif dan biaya hidup masyarakat dapat ditekan.
Masyarakat pun kini menaruh harapan besar. Perbaikan jalan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan juga pintu menuju peningkatan kesejahteraan warga di kawasan pesisir Labura dan Toba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA