Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 22:20 WIB

Lewat Program SPHP, Pemerintah Dorong Stabilisasi Harga Beras Nasional

Lewat Program SPHP, Pemerintah Dorong Stabilisasi Harga Beras Nasionalrakor pengendalian inflasi daerah, yang diikuti Wagub Sumut dan Kementerian Dalam Negeri, Bulog dan lainnya, secara virtual di Ruang Sumut Smart Province, Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Kota Medan, Selasa (19/8/2025). (Pemprov Sumut). 

Sumatera Utara - Pemerintah terus mempercepat penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini menjadi salah satu strategi utama untuk menekan inflasi dan mengendalikan harga beras di pasar.

Adapun hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang digelar secara virtual. Rapat tersebut diikuti Wakil Gubernur Sumut Surya bersama Kementerian Dalam Negeri, Bulog, dan sejumlah pihak terkait.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menjelaskan bahwa ada 14 provinsi yang berkontribusi terhadap kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Dari jumlah itu, Sumut menjadi penyumbang terbesar dengan andil 3,58 persen.

Kenaikan harga di Sumut dipicu oleh beberapa komoditas, terutama beras. Selain itu, cabai merah dan bawang merah juga ikut mendorong tingginya IPH di daerah tersebut.

Tomsi menegaskan beras adalah komoditas utama yang mengalami kenaikan di sejumlah daerah. Karena itu, diperlukan solusi cepat agar harga beras dapat kembali terkendali.

Baca juga: Percepat Stabilisasi, Bulog Sumut Targetkan Penyaluran 15.700 Ton Beras SPHP per Bulan

"Beras adalah yang utama mengalami kenaikan harga di beberapa daerah. Ini harus segara kita carikan solusi agar harga ini dapat terkendali," ucapnya.

Ia meminta Bulog untuk merealisasikan penyaluran beras SPHP sesuai target. Saat ini, target penyaluran sebesar 16 persen per enam bulan masih jauh dari capaian Bulog yang baru 2,94 persen.

Menurut Tomsi, penyaluran beras harus dipercepat. Pemerintah daerah juga diminta membantu agar distribusi lebih cepat sampai ke masyarakat sehingga harga beras bisa turun.

Selain itu, Bulog diminta mencari cara agar beras SPHP dapat masuk ke pasar tradisional. Dengan begitu, masyarakat bisa membeli beras dengan harga terjangkau.

Baca juga: Bangun Kerja Sama, Bobby Nasution Sambut Positif Dukungan Negara Sahabat

Tomsi mengingatkan, distribusi SPHP harus berjalan maksimal untuk menekan harga beras. Tujuannya adalah agar harga tidak terus naik dan membebani masyarakat.

Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Rini Andrida, menyampaikan bahwa sejak Juli hingga Desember 2025, Bulog sudah menyalurkan 38.811 ton beras SPHP.

Selain pasar tradisional, beras SPHP juga didistribusikan ke ritel modern. Bulog bahkan melakukan canvassing langsung ke berbagai pasar di seluruh Indonesia bersama Pemda, TNI, dan Polri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lewat Program SPHP, Pemerintah Dorong Stabilisasi Harga Beras Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!