Kamis, 02 JULI 2026 • 09:33 WIB

Sulaiman Harahap Dorong ASN Tinggalkan Pola Pikir Lama dan Perkuat Profesionalisme

Author

Sulaiman Harahap saat menjadi narasumber pada Latsar CPNS Batch VII Golongan III, di Ruang Rapat Sekda Sumut, Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (30/6/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa integritas dan pemahaman terhadap kode etik merupakan dasar penting yang harus dimiliki setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi fondasi dalam membangun aparatur yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pesan tersebut disampaikan Sulaiman saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Batch VII Golongan III yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Sumut, Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (30/6/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa menjadi ASN bukan hanya memenuhi ketentuan peraturan, tetapi juga mengemban tanggung jawab moral untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, kompetensi dan integritas harus berjalan beriringan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Sulaiman menilai birokrasi yang profesional merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan bangsa. Aparatur yang bersih, kompeten, dan mampu bekerja secara optimal akan menghasilkan pelayanan publik yang lebih berkualitas.

Baca juga: Digitalisasi Pemerintahan Dipercepat, Pemprov Sumut Dorong Kolaborasi Lintas OPD

Ia juga mengingatkan bahwa sikap profesional harus sudah terlihat sejak awal seseorang menjalankan tugas sebagai ASN. Perilaku yang dapat merusak kepercayaan masyarakat, seperti pungutan liar, bekerja di luar tugas saat jam kerja, maupun menggunakan waktu dinas untuk kepentingan pribadi, harus dihindari.

Menurutnya, profesionalisme bukan sekadar melekat pada status sebagai ASN. Profesional merupakan karakter yang menunjukkan kemampuan, kompetensi, dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaan.

Sulaiman turut mengingatkan bahwa reformasi birokrasi yang terus dijalankan pemerintah menuntut aparatur yang mampu bekerja cepat, efektif, responsif, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Selain itu, ia meminta para peserta Latsar meninggalkan pola pikir lama yang menganggap pekerjaan dapat dijalankan sekadarnya atau merasa aman hingga memasuki masa pensiun. Cara pandang seperti itu dinilai hanya akan menurunkan kualitas pelayanan sekaligus menyebabkan pemborosan anggaran.

Sebaliknya, ASN yang memiliki integritas tinggi dan menunjukkan kinerja baik akan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan karier. Kondisi tersebut juga akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan publik, termasuk dalam proses perizinan yang menjadi lebih cepat, mudah, dan terpercaya.

Baca juga: Harganas ke-33, Surya Ingatkan Pentingnya Keluarga Tangguh Hadapi Perubahan Global

Untuk mendukung hal tersebut, Sulaiman mendorong seluruh peserta agar terus meningkatkan kemampuan melalui berbagai pelatihan, seminar, serta mempelajari kode etik ASN. Ia juga menilai pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian penting dalam transformasi birokrasi agar pelayanan semakin efektif dan efisien.

Menutup arahannya, Sulaiman mengajak seluruh calon ASN untuk terus belajar, menguasai teknologi, memahami regulasi, dan meningkatkan kapasitas diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ia berharap setiap aparatur mampu menjadi teladan dalam bekerja serta hadir memberikan perubahan positif, sebagaimana pesannya kepada peserta, agar datang untuk memberi warna, bukan sekadar mengikuti keadaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU