Sumatera Utara - Warga di tiga kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu menyambut positif proses perbaikan ruas jalan Aek Nabara–Negeri Lama hingga Tanjung Sarang Elang yang saat ini tengah berlangsung. Infrastruktur yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan tersebut diharapkan kembali memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Ruas jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Bilah Hulu, Bilah Hilir, dan Panai Hulu. Jalur ini juga menjadi akses utama masyarakat menuju Rantauprapat sebagai ibu kota Kabupaten Labuhanbatu.
Selain berfungsi sebagai penghubung antarkecamatan, jalan tersebut sebelumnya juga menjadi jalur strategis yang ramai dilalui masyarakat dari Tanjungbalai menuju Aek Nabara melalui penyeberangan Sei Berombang. Namun, kondisi jalan yang terus memburuk membuat arus kendaraan semakin berkurang.
Murni, pemilik warung makan di kawasan Tanjung Sarang Elang, mengatakan kerusakan jalan selama bertahun-tahun memberikan dampak besar terhadap aktivitas usahanya. Menurutnya, jumlah kendaraan yang melintas jauh menurun dibandingkan beberapa tahun lalu.
Baca juga: Bobby Nasution Pastikan Infrastruktur Galang Dibangun dan Truk Overtonase Diawasi
Ia mengingat kembali kondisi sekitar 10 hingga 15 tahun yang lalu ketika jalan masih lebih baik. Saat itu, banyak pengguna jalan memilih melewati kawasan tersebut sehingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut berkembang.
Namun, semakin parah kerusakan jalan membuat banyak pengendara beralih menggunakan jalur utama. Akibatnya, jumlah pelanggan yang datang ke berbagai usaha di kawasan itu terus menurun.
Murni berharap proses perbaikan jalan segera selesai sehingga mobilitas masyarakat kembali meningkat. Ia meyakini kondisi jalan yang baik akan membuka kembali peluang usaha serta memperlancar distribusi barang.
Selain sektor perdagangan, kawasan Tanjung Sarang Elang juga memiliki sejumlah destinasi wisata air seperti Wisata Dua Pulau, kolam renang, Pulau Sikantan, serta objek wisata bahari lainnya. Menurut warga, kerusakan jalan selama ini turut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.
Murni mengungkapkan bahwa semakin rusaknya jalan membuat pengunjung terus berkurang. Bahkan, sebagian tempat usaha di kawasan tersebut tidak lagi beroperasi. Karena itu, ia berharap akses menuju daerahnya segera kembali normal agar kegiatan ekonomi masyarakat ikut pulih.
Harapan serupa datang dari warga Aek Nabara, Amodi Dumoli Tua Sihite. Ia menuturkan bahwa kondisi jalan yang rusak tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga menyulitkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan.
Amodi mengaku pernah kehilangan seorang tetangganya yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit karena perjalanan terhambat oleh kondisi jalan. Pengalaman tersebut membuatnya berharap proyek perbaikan dapat segera diselesaikan.
Baca juga: Jelang PRSU ke-50, Bobby Nasution Ajak Investor Perkuat Kemitraan
Saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya tengah mengerjakan perbaikan ruas jalan Aek Nabara–Negeri Lama serta Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang sepanjang 10 kilometer. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD Rantauprapat Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Sumatera Utara, Henri Syahrizal, menjelaskan pekerjaan dibagi menjadi dua paket, yakni tiga kilometer pada ruas Aek Nabara–Negeri Lama dan tujuh kilometer pada ruas Negeri Lama–Panai Hulu. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila proses pengerjaan mengganggu pengguna jalan. Melalui perbaikan ini, ruas jalan tersebut diharapkan kembali menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, menghidupkan sektor pariwisata, serta mempermudah akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan sehingga kesejahteraan masyarakat di tiga kecamatan dapat meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA