Sumatera Utara - Kemenangan kedua beruntun di ajang Piala AFF U19 2026 seolah menjadi suntikan energi tersendiri bagi skuad Garuda Muda. Kali ini, Timor Leste yang menjadi korban ketangguhan tim asuhan Nova Arianto dengan skor telak 3-0. Pertandingan sengit di Stadion Utama Sumatera Utara, Deliserdang, Kamis (4/6/2026) malam itu, disaksikan langsung oleh ribuan pasang mata, termasuk Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Selepas peluit panjang berbunyi, suasana di bangka VIP stadion berubah menjadi ruang rapat dadakan. Bobby Nasution yang tak bisa menyembunyikan raut puasnya, segera memompa semangat anak asuh Nova Arianto. Baginya, kemenangan 3-0 atas Myanmar dan Timor Leste hanyalah awal. Pekerjaan rumah yang sesungguhnya baru akan datang.
"Menang lagi 3-0, semangat terus. Kalau kata anak Medan, ribak sude," ujar Bobby dengan logat khas Sumut yang menggebu-gebu. Frasa "ribak sude" yang berarti "sudah biasa saja" atau "biasa aja tuh" itu menjadi pelecut halus agar para pemain tidak cepat puas. Ia langsung mengalihkan fokus ke laga pamungkas grup yang sesungguhnya.
Bobby menekankan bahwa laga melawan Vietnam adalah ujian sesungguhnya. Bukan tanpa alasan, pasukan Vietnam saat ini bercokol di puncak klasemen Grup A berkat keunggulan selisih gol yang impresif. Bobby menilai lawan tersebut memiliki kualitas yang patut diwaspadai sepanjang turnamen ini bergulir. Ia berharap performa Garuda Muda terus meningkat.
Baca juga: Konflik Sejak 1972 di Padang Halaban Akhirnya Mengarah pada Penyelesaian Tuntas
"Saya harap, dan tentu kita semua berharap, Timnas kita bisa tampil lebih baik lagi. Lawannya Vietnam yang memang menunjukkan performa baik selama kompetisi ini," katanya dengan nada serius.
Ekoran dari pernyataan sang gubernur, Pelatih Nova Arianto buka suara. Ia sepakat bahwa Vietnam bukanlah lawan sembarangan. Nova menyebut tim besutannya harus mewaspadai kematangan taktikal dan mentalitas baja yang dimiliki tim lawan. Baginya, laga kontra Vietnam adalah partai hidup mati untuk menentukan tuan rumah layak lolos atau tidak.
"Vietnam baik secara mental maupun taktikal. Kami ingin lolos dengan jalan kami sendiri. Laga melawan Vietnam akan menjadi pertandingan yang sangat penting," tegas Nova Arianto di hadapan awak media.
Menilik jalannya pertandingan kontra Timor Leste, Indonesia sebenarnya sempat menemui jalan buntu. Pertahanan rapat Timor Leste cukup merepotkan di babak pertama. Hingga akhirnya menjelang turun minum, Reno Salampesy berhasil memecah kebuntuan, membuat stadion bergemuruh.
Memasuki babak kedua, irama permainan Indonesia berubah drastis. Mereka semakin berkembang dan agresif. Dua gol tambahan diciptakan oleh pemain asli Sumut, Irpan Siregar, yang langsung disambut sorak sorai penonton tuan rumah. Satu gol lain disumbangkan oleh Arkhan Kaka, mengunci kemenangan meyakinkan.
Baca juga: Akses Internet Merata Jadi Fokus, Bobby Nasution Gandeng Provider Telekomunikasi
Kehadiran Bobby Nasution bukan sekadar seremonial. Ia datang bersama Wakil Gubernur Sumut, Surya, serta jajaran Sekda dan tokoh olahraga Sumut. Kehadiran orang nomor satu di Sumut ini menjadi bukti dukungan penuh pemerintah daerah untuk tim nasional.
Kini seluruh rakyat Indonesia menahan napas. Laga penentuan melawan Vietnam menjadi panggung terakhir perjuangan grup. Apakah Indonesia mampu menjaga tren positif? Ataukah Vietnam yang akan membuyarkan mimpi Garuda Muda? Semua akan terjawab dalam laga yang dinanti-nantikan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA