Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menunjukkan komitmennya dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah melalui dialog bersama para ahli.
Ia menerima audiensi dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut bersama ekonom dan pakar investasi nasional di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai strategi ekonomi di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan oleh pihak Bank Indonesia dan para ekonom.
Menurutnya, masukan tersebut sangat penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi menjadi salah satu perhatian utama, mengingat kondisi yang sempat terjadi pada pertengahan tahun sebelumnya.
Bobby berharap hasil diskusi ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih inovatif dan tepat sasaran.
Baca juga: Pengurus Baru Orari Medan Diharapkan Jadi Garda Terdepan Komunikasi Darurat
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu bertransformasi dari sekadar regulator menjadi fasilitator aktif.
Langkah ini dinilai penting agar peluang investasi dapat lebih mudah masuk dan berkembang di Sumatera Utara.
Potensi lokal seperti gula merah dan produk herbal disebut memiliki peluang pasar besar, namun belum dioptimalkan secara maksimal.
Oleh karena itu, pemerintah berupaya memperbaiki tata kelola serta memberikan relaksasi regulasi guna mendorong investasi.
Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menambahkan bahwa sinergi kebijakan diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antar daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Sementara itu, ekonom Hendri Saparini menilai perlunya penajaman kebijakan untuk menghadapi perubahan paradigma ekonomi nasional.
Ia menyebutkan bahwa investasi tidak hanya berfokus pada skala besar, tetapi juga sektor menengah dan kecil yang memiliki potensi pasar kuat.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah strategi turut dibahas, seperti hilirisasi produk unggulan agar memberikan nilai tambah di daerah.
Baca juga: Halalbihalal HIMPAK, Rico Waas Gaungkan Kebersamaan dalam Keberagaman
Pengembangan sektor rempah juga menjadi perhatian, mengingat kualitas produk Sumut yang dinilai mampu bersaing di tingkat global.
Selain itu, ekonomi kreatif dan pariwisata didorong melalui pendekatan yang melibatkan UMKM secara aktif. Investasi diaspora juga dianggap sebagai peluang pembiayaan alternatif yang bisa dimanfaatkan.
Dengan berbagai masukan tersebut, diharapkan lahir langkah konkret yang mampu memperkuat ekonomi Sumatera Utara secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA