Rabu, 15 APRIL 2026 • 09:16 WIB

Momentum HUT ke-78, Sumut Dorong Pembangunan Lewat Kolaborasi

Author

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ardan Noor saat menjadi narasumber pada dialog interaktif yang diselenggarakan RRI Medan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumut, Selasa (14/4/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pembangunan di Sumatera Utara terus diarahkan agar berjalan lebih inklusif. Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah memperkuat kolaborasi antar berbagai pihak.

Hal ini disampaikan dalam dialog interaktif yang digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-78 Sumatera Utara. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ardan Noor, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi fondasi utama dalam pembangunan. Sinergi lintas sektor dinilai sangat penting.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan mempercepat pencapaian program prioritas. Pembangunan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini menekankan pentingnya persatuan. Kolaborasi disebut sebagai energi besar yang mampu mendorong kemajuan daerah.

Baca juga: Jelang MTQ ke-59, Dewan Hakim Dilantik dengan Penekanan Profesionalisme

Ia menjelaskan bahwa kerja sama melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Semua pihak memiliki peran yang saling melengkapi.

Melalui pendekatan komunikasi yang baik, berbagai kepentingan dapat disatukan. Hal ini juga membantu mengurangi potensi konflik dalam pelaksanaan program.

Selain itu, kolaborasi dinilai mampu mencegah tumpang tindih kebijakan. Dengan koordinasi yang tepat, pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Pendekatan ini juga memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas. Tidak hanya kelompok tertentu, tetapi seluruh lapisan masyarakat.

Dari sisi akademisi, konsep kolaborasi dianggap sejalan dengan nilai gotong royong. Nilai ini telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Peran masyarakat kini tidak lagi sebagai objek pembangunan. Mereka didorong untuk menjadi subjek yang aktif terlibat.

Baca juga: Wakil Wali Kota Medan Minta Penanganan Terpadu Atasi Banjir Rob Belawan

Konsep collaborative governance menjadi pendekatan yang relevan. Dalam konsep ini, semua pihak memiliki peran yang seimbang.

Setiap komponen memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ketika disatukan, akan menghasilkan kekuatan yang lebih besar.

Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi. Dengan begitu, pembangunan di Sumatera Utara dapat berjalan lebih optimal.

Semangat kebersamaan menjadi kunci utama. Kolaborasi diharapkan mampu mendorong kemajuan di berbagai sektor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU