Kamis, 09 APRIL 2026 • 20:55 WIB

PERMATA Hadirkan Peluang Baru bagi Perempuan Terdampak Bencana di Sumut

Author

Kepala Dinas DP3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti saat di konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Kamis (9/4/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat upaya pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Program Perempuan Tangguh dan Mandiri (PERMATA).

Program ini dijalankan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Sumut. PERMATA menjadi salah satu program prioritas pada tahun 2026.

Kepala Dinas DP3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti, menyampaikan bahwa program ini difokuskan untuk memberdayakan perempuan. Perempuan diharapkan mampu menjadi motor kebangkitan ekonomi keluarga.

Pelaksanaan program difokuskan pada perempuan yang tinggal di hunian tetap di Tapanuli Selatan. Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan berbasis pertanian modern.

Pelatihan tersebut mencakup budidaya hidroponik dan vertical garden. Tujuannya agar peserta mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah penghasilan.

Baca juga: Aplikasi SIPANDA Perkuat Administrasi PKK Berbasis Digital di Sumut

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan pengolahan makanan beku. Kegiatan ini dilengkapi dengan bantuan alat usaha untuk menunjang aktivitas ekonomi.

Program PERMATA tidak hanya menyentuh aspek ekonomi. DP3AKB juga memberikan layanan psikososial kepada perempuan dan anak terdampak bencana.

Layanan ini melibatkan tenaga profesional seperti psikolog dan penggiat literasi. Pendampingan juga dilakukan bersama berbagai lembaga dan perangkat daerah.

Wilayah yang menjadi fokus layanan psikososial meliputi Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga. Program ini menyasar kelompok yang mengalami kehilangan akibat bencana.

Selain itu, bantuan kebutuhan spesifik perempuan dan anak juga disalurkan. Bantuan tersebut diberikan kepada 1.000 korban banjir dan longsor di Sumut.

Pada tahun 2026, DP3AKB juga akan menggelar berbagai kegiatan tambahan. Salah s

Baca juga: Sulaiman Harahap Tekankan Pentingnya Kompetensi ASN di Tengah Tantangan

Kegiatan ini akan melibatkan berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan pelaku usaha. Pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Selain itu, akan digelar Bella Award sebagai bentuk apresiasi kepada perempuan. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.

DP3AKB juga menargetkan peningkatan jumlah daerah Layak Anak. Dari 15 daerah, ditargetkan meningkat menjadi 25 daerah pada tahun 2026.

Program lain yang akan diluncurkan adalah layanan CHILL untuk anak. Selain itu, akan dikembangkan aplikasi perlindungan anak sebagai sarana konsultasi.

Upaya lainnya adalah sosialisasi aturan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak. Kegiatan ini dilakukan bersama Diskominfo Sumut.

Sebagai bagian dari edukasi, akan digelar festival permainan tradisional anak. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap gawai sekaligus melestarikan budaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU