Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 berada dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima kunjungan kerja Komisi XI DPR RI di Medan.
Dalam kesempatan itu, Bobby menyebut berbagai komoditas kebutuhan pokok di Sumut saat ini berada dalam kondisi surplus. Komoditas tersebut meliputi beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, telur ayam, hingga minyak goreng.
Menurut Bobby, perbandingan antara kebutuhan dan produksi menunjukkan kondisi yang cukup menggembirakan. Hal ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya ketika cabai merah sempat memicu inflasi di Sumut pada Oktober 2025. Saat itu, pemerintah daerah melakukan langkah intervensi dengan mendatangkan pasokan dari Jawa Timur.
Setelah memasuki masa panen, tekanan harga cabai merah berangsur menurun dan tidak lagi menjadi faktor utama inflasi. Kondisi ini menjadi pembelajaran dalam pengendalian harga pangan.
Baca juga: Terima LHP BPK, Pemprov Sumut Pastikan Rekomendasi Ketahanan Pangan Ditindaklanjuti
Pemprov Sumut, lanjut Bobby, telah menyiapkan 11 aksi cepat untuk mengendalikan inflasi. Langkah tersebut mencakup pembagian gratis komoditas, pasar murah, bundling beras SPHP dengan cabai, hingga penguatan kerja sama antardaerah.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pemantauan distribusi pangan secara rutin serta penugasan BUMD untuk mengelola komoditas tertentu seperti cabai dan bawang merah.
Untuk mendukung ketahanan pangan jangka menengah, Pemprov Sumut pada 2026 akan membangun tiga fasilitas cold storage di wilayah produsen dan konsumen. Solar dryer dome juga direncanakan dibangun di beberapa daerah.
Baca juga: Pemprov Sumut Ingatkan Perusahaan: BPJS Kesehatan Pekerja Bukan Tanggung Jawab Negara
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri menilai inflasi di Sumut masih relatif tinggi, namun dipengaruhi faktor cuaca dan bencana, bukan kelangkaan struktural.
Ia mengapresiasi kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumut yang dinilai mampu menjaga sinergi dengan Bank Indonesia. Operasi pasar dan monitoring harga disebut berjalan dengan baik.
Hanif berharap upaya positif tersebut dapat terus dipertahankan demi menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA