Sumatera Utara - Pemerintah Kota Medan menunjukkan kepedulian terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui Dinas SDABMBK, Pemko Medan mengirimkan bantuan alat berat secara bertahap.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas SDABMBK, Gibson Panjaitan, menjelaskan bahwa pengiriman ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap.
Pengiriman alat berat dilakukan dalam tiga tahap guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Bantuan ini juga merupakan respon atas permohonan resmi dari Pemkab Aceh Tamiang.
Tahap pertama pengiriman dilakukan pada 19 Desember 2025 dan dilepas langsung oleh Wali Kota Medan. Pada tahap ini, sejumlah armada berat beserta operator dikerahkan ke lokasi terdampak.
Baca juga: Bobby Nasution: Natal ASN Harus Perkuat Semangat Pengabdian
Gibson merinci, bantuan awal meliputi satu unit motor grader, dua unit backhoe loader, empat unit dump truck, dan tiga unit trado. Seluruh armada dikirim lengkap dengan petugas operator dan sopir.
Dalam pelaksanaannya, tim dari Pemko Medan berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Tamiang untuk menentukan lokasi pembersihan. Dari hasil pemantauan lapangan, dibutuhkan alat tambahan untuk meningkatkan efektivitas kerja.
Kebutuhan tersebut kemudian disampaikan kepada Wali Kota Medan. Menanggapi hal itu, Wali Kota langsung memberikan arahan agar bantuan tambahan segera dikirimkan.
Pada 31 Desember 2025, Pemko Medan mengirimkan dua unit skip loader sebagai tahap kedua. Alat ini dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembersihan material sisa banjir.
Menurut Gibson, keberadaan alat berat tersebut memberikan dampak signifikan terhadap proses pemulihan. Pembersihan dilakukan di sejumlah titik, termasuk area perkantoran pemerintahan.
Baca juga: Lewat Rakor Nasional, Pemprov Sumut Perkuat Koordinasi Pemulihan Pascabencana
Upaya ini mendapatkan perhatian dari Kementerian Dalam Negeri. Melihat efektivitas bantuan, Kemendagri berharap Pemko Medan kembali menambah armada untuk mempercepat proses pemulihan.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, tahap ketiga pengiriman dilakukan pada 7 Januari 2026. Pemko Medan mengirimkan empat unit skip loader, satu unit kompresor, dan satu unit mobil crane.
Secara keseluruhan, total armada yang dikirim mencapai 14 unit dengan dukungan 23 petugas. Gibson menegaskan seluruh bantuan diberikan tanpa mengganggu pelayanan Pemko Medan kepada masyarakat, sesuai arahan Wali Kota Medan.
Jika ingin, saya bisa menyesuaikan gaya bahasa lebih padat, lebih formal, atau menyerupai gaya media tertentu seperti rilis pemerintah atau media online nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan