Selasa, 06 JANUARI 2026 • 08:12 WIB

UMSU Hadir di Hari Pertama Sekolah, 50 Mahasiswa Dampingi Siswa Pascabencana

Author

UMSU kirim 50 relawan Mahasiswa Ke SMP Muhammadiyah Kualasimpang di hari pertama sekolah (ANTARA/HO-). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang menjadi momen yang berbeda bagi siswa SMP Muhammadiyah Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Suasana belajar belum sepenuhnya pulih akibat dampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) hadir mendampingi kondisi itu dengan mengirimkan 50 mahasiswa relawan pendidikan pada Senin, 5 Januari 2026. Kehadiran relawan ini bertujuan memberi dukungan moral sekaligus membantu proses adaptasi siswa di hari pertama sekolah.

Dari total 560 siswa yang terdaftar, hanya sekitar 100 siswa yang dapat hadir. Sebagian besar datang tanpa mengenakan seragam maupun sepatu sekolah karena keterbatasan sandang akibat banjir yang turut memengaruhi kondisi keluarga mereka.

Para relawan UMSU yang mengenakan jas almamater terlibat langsung di ruang-ruang kelas. Mereka mengajak siswa belajar bersama, berbagi cerita, bernyanyi, hingga menciptakan suasana ceria agar siswa merasa lebih nyaman.

Baca juga: Rico Waas Minta Direksi PUD Fokus Pengabdian dan Perbaikan Kinerja

UMSU juga menyiapkan makan siang gratis bagi seluruh siswa. Kegiatan santap bersama di kelas menjadi bagian dari upaya membangun kembali rasa kebersamaan setelah masa sulit yang dialami siswa dan keluarga.

Aktivitas hari pertama sekolah ini turut disaksikan Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman dan Ketua PP Aisyiyah Dr. Rahmawati Husein. Keduanya menyapa siswa, guru, serta relawan mahasiswa yang terlibat.

Hadir pula jajaran pimpinan UMSU, di antaranya Wakil Rektor II Prof. Akrim, Wakil Rektor III Dr. Rudianto, para wakil dekan, serta pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh Tamiang bersama Kepala SMP Muhammadiyah Kualasimpang.

Menteri Pendidikan Nasional RI Prof. Abdul Mu’ti juga meninjau sekolah tersebut setelah kunjungannya ke Kota Langsa. Sebelumnya, sekolah ini sempat difungsikan sebagai posko UMSU dan MDMC sejak bencana terjadi.

Baca juga: Progres Revitalisasi Sekolah di Sumut Positif, KBM Ditarget Normal Awal 2026

Sejak awal Desember, tim UMSU melakukan pembersihan lumpur dan pemulihan fasilitas sekolah yang rusak parah. Setelah melalui proses panjang, sekolah akhirnya dapat digunakan meski belum sepenuhnya normal.

Mahasiswa relawan, Nazwa, menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan menumbuhkan optimisme siswa agar tetap bersemangat bersekolah di tengah kondisi pascabencana.

Wakil Rektor III UMSU menegaskan pendampingan ini merupakan wujud komitmen UMSU untuk memastikan proses belajar tetap berjalan. Kepala sekolah pun mengapresiasi dukungan tersebut karena membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Bagi siswa seperti Gea Larasti, kehadiran relawan membuat hari pertama sekolah terasa lebih menenangkan dan memberi harapan untuk terus melangkah maju.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU