Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bergerak cepat menekan inflasi daerah dengan mendatangkan 50 ton cabai merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Langkah ini diambil setelah harga cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Sumut.
Kebijakan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Distribusi Komoditas Cabai Merah yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/10/2025). Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, mengatakan bahwa pasokan tersebut akan dikirim dalam tiga tahap.
Pada tahap pertama, 16 ton cabai dari Jember akan didistribusikan ke berbagai daerah. Sebagian besar, yakni 10 ton, akan masuk ke Pasar Induk Lau Cih Medan, sementara sisanya ke Deliserdang dan Kedai Kolaborasi Pasar Medan.
Baca juga: Wali Kota Medan Resmikan Peletakan Batu Pertama Vihara Bhoga Prajna Amplas
Distribusi cabai ini bekerja sama dengan PD Pasar Medan dan BUMD Deliserdang sebagai tempat penampungan sementara. Harga jual cabai di tingkat konsumen ditetapkan Rp55.000 per kilogram sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional.
Plt Dirut PUD Pasar Medan, Agus Saputra, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk berperan dalam menjaga stabilitas harga. Saat ini, Pasar Induk Lau Cih memiliki tempat penyimpanan cabai dengan kapasitas 10 ton.
Ia menjelaskan, harga cabai di pasar sebelumnya mencapai Rp75.000 per kilogram untuk cabai gunung dan Rp65.000 untuk cabai dari Jawa. Dengan intervensi pasokan, harga diharapkan turun ke tingkat yang lebih wajar.
Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menegaskan bahwa langkah intervensi ini juga melibatkan BUMD pangan, seperti PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ), Dirga Surya, dan PPSU.
Baca juga: Pemprov Sumut Wujudkan Zero ODOL 2027 Untuk Jalan Lebih Aman dan Tahan Lama
Selain itu, pasokan juga disalurkan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan Toko Pangan Kita (TPK) milik Bulog agar distribusi merata.
Menurut data BPS, tingkat inflasi Sumut pada September 2025 mencapai 5,32%, naik dari 4,42% bulan sebelumnya. Cabai merah, beras, dan daging ayam menjadi komoditas penyumbang utama.
Deputi Direktur Bank Indonesia Sumut, Abdul Khalim, menyebutkan bahwa intervensi pasokan adalah bentuk kolaborasi Pemprov dan kabupaten/kota untuk menjaga kestabilan harga. Ia berharap masyarakat semakin yakin bahwa pemerintah hadir dalam menjaga pasokan pangan.
Langkah cepat Pemprov Sumut ini diharapkan mampu menstabilkan harga sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap ketegasan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA