Sumatera Utara - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukan perkembangan pesat sejak diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025. Sampai pertengahan September 2025, sudah ada hampir 30 juta orang yang menerima manfaat.
Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi sampaikan capaian ini dalam konferensi pers di Jakarta. Dia mengatakan, jumlah penerima manfaat sudah capai 29,8 juta orang.
Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah daftar mencapai 32,3 juta orang. Mereka tersebar di lebih dari 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia.
CKG merupakan bagian dari program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan strategi Asta Cita. Tujuannya bangun sistem kesehatan yang adil dan menyeluruh, dengan fokus pada pencegahan.
Baca juga: Wagub Sumut Yakin Koperasi Merah Putih Mampu Dongkrak Ekonomi Desa dan Kelurahan
Layanan ini dierikan secara gratis minimal satu kali setahun. Tahun ini, pemerintah target 60 juta penerima manfaat dengan cakupan penuh secara bertahap.
Endang jelaskan, layanan ini libatkan puskesmas, posyandu, sekolah, klinik BPJS, sampai komunitas. Dari data yang ada, sebanyak 5,9 juta peserta merupakan pelajar dari 91 ribu sekolah di 38 provinsi.
Sebaran peserta terdiri dari 17 juta lebih perempuan dan 12 juta laki-laki. Jawa Tengah jadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, diikuti Jawa Timur dan Jawa Barat.
Di sisi lain, provinsi dengan jumlah peserta masih kecil adalah Papua, Papua Barat, sama Papua Pegunungan. Pemerintah berupaya dorong percepatan di wilayah tersebut.
Baca juga: NU Kabupaten Gorontalo Gelar Maulid Nabi, Komitmen Perkuat Tradisi dan Budaya Lokal
Endang juga menyinggung hasil pemeriksaan yang ditemukan. Pada bayi baru lahir, terdeteksi masalah kayak kelainan saluran empedu, berat lahir rendah, sampai hipotiroid kongenital.
Sedangkan pada balita, masalah yang dominan adalah gigi karies, anemia, stunting, dan gizi kurang. Buat orang dewasa, masalah terbanyak adalah kurang aktivitas fisik, obesitas, hipertensi, plus karies gigi.
Endang ajak masyarakat manfaatkan program ini. Dia tekenin pentingnya pola hidup sehat dan kepatuhan minum obat kalau hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit.
"Ketiga, kalau sudah diketahui hasilnya dan harus diobati, obatnya harus diminum untuk mencegah penyakit yang lebih berat,” tutup Endang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan