Jumat, 19 SEPTEMBER 2025 • 10:12 WIB

Program JASKOP Jadi Andalan Pemprov Sumut Kendalikan Harga Pangan

Author

Effendy Pohan saat temu pers bersama OPD Pemprov Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (18/9/2025). (Pemprov Sumut) 

Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan keseriusannya menjaga kestabilan harga pangan melalui program Jaminan Stabilisasi Harga Komoditi Pangan (JASKOP). Program ini digagas untuk melindungi dua pihak sekaligus: petani agar tidak merugi, serta masyarakat agar tetap mendapat harga yang wajar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Effendy Pohan, menjelaskan bahwa JASKOP bertujuan menjaga keseimbangan harga sehingga inflasi bisa dikendalikan. Menurutnya, menjaga stabilitas harga pangan menjadi tantangan besar, sebab komoditas ini kerap menjadi penyumbang utama inflasi di Sumut.

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan di Sumut pada Agustus 2025 mencapai 4,42 persen. Angka ini didominasi oleh kenaikan harga pangan. Karena itu, Pemprov Sumut menjalankan beberapa langkah strategis, termasuk membangun sarana pascapanen dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Salah satu program konkret adalah pembangunan 10 unit solar dryer dome (SDD) di Kabupaten Batubara dan Kabupaten Karo. Kedua daerah tersebut dikenal sebagai penghasil cabai merah terbesar di Sumut. Setiap kabupaten akan mendapat lima unit SDD.

Baca juga: Pelayanan Publik Pematangsiantar Jadi Rujukan Peserta PKA Medan

Kabid Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Lambok Turnip, menjelaskan bahwa SDD berfungsi mengeringkan cabai merah sehingga lebih tahan lama dan bernilai jual lebih tinggi. Dengan kapasitas hingga dua ton per unit, fasilitas ini diharapkan membantu Gapoktan menjaga kualitas hasil panen.

Fasilitas yang selesai pada Desember 2025 ini akan dihibahkan ke Gapoktan setempat. Nantinya, proses distribusi dan penyimpanan akan dikelola bersama BUMD agar hasilnya lebih optimal.

Selain sektor hortikultura, Pemprov juga memantau komoditas peternakan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Fitra Kurnia, menyebutkan pihaknya memanfaatkan aplikasi pemantauan harga milik Kemendag untuk mendeteksi lonjakan lebih cepat.

Menurut Fitra, sistem ini akan memberi notifikasi bila harga mendekati ambang batas. Dengan begitu, langkah intervensi bisa segera dilakukan sebelum harga benar-benar melonjak tinggi di pasaran.

Baca juga: Komunitas Teater Medan Bawa Karya 'Medan Makan Mikir-mikir' ke Panggung Sumatra III

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, M. Zakir Syarif Daulay, menekankan pentingnya kerja sama dengan stakeholder peternakan unggas. Ia menyebutkan ayam dan telur kerap menjadi pemicu inflasi sehingga harus terus diawasi.

Upaya terpadu dari pemerintah, Gapoktan, hingga BUMD diharapkan mampu melindungi petani dan konsumen. Dengan begitu, harga pangan bisa tetap stabil tanpa merugikan salah satu pihak.

Effendy Pohan menegaskan kembali bahwa inti dari JASKOP adalah keberpihakan pada kesejahteraan masyarakat. Dengan menjaga stabilitas harga, Sumut berharap dapat menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan terkendali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU