Sumatera Utara - Situasi mencekam terjadi di Kecamatan Munte, Kabupaten Karo. Pasalnya sejumlah pelajar terlibat tawuran di wilayah perbatasan antara Desa Kineppen dan Desa Buluh Naman. Kejadian itu berlangsung pada Minggu dini hari, 3 Agustus 2025, sekitar pukul 00.30 WIB.
Keributan pecah tepatnya di Simpang Desa Buluh Naman Dusun Bertah. Warga yang resah dengan kejadian tersebut langsung melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Tanggapan cepat dari Polsek Munte langsung menindaklanjuti laporan dari warga.
Dipimpin Kanit Reskrim IPDA Azis Tarigan, sejumlah personel turun langsung ke lokasi. Mereka berhasil membubarkan kerumunan pelajar yang tengah bertikai. Proses penanganan berlangsung tanpa kekerasan, namun tetap tegas.
Baca juga: LBH Medan Nilai Abolisi untuk Tom Lembong Tak Sesuai Aturan Hukum
Kapolsek Munte, AKP D. Tambunan, menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Fasilitas umum pun dilaporkan dalam kondisi aman. Kepolisian mengutamakan pendekatan humanis.
Namun demikian, petugas menemukan sejumlah barang berbahaya di lokasi kejadian. Terdapat senjata tajam dan botol berisi bensin yang diduga hendak digunakan dalam tawuran.
Temuan tersebut menjadi bukti bahwa aksi ini sudah direncanakan. Karena itu, pihak kepolisian menilai perlu adanya penanganan serius untuk mencegah insiden serupa ke depan.
Sebagai bentuk langkah antisipasi, Polsek Munte akan menggelar pertemuan bersama kedua kepala desa. Rencananya, pertemuan akan berlangsung pada Selasa, 5 Agustus, di Aula Polsek Munte.
Pertemuan ini bertujuan menjalin komunikasi antar pihak desa dan membahas solusi jangka panjang. Keterlibatan tokoh masyarakat sangat diharapkan untuk mencegah konflik serupa.
Baca juga: Polisi Ungkap Kasus Penculikan Anak di Marelan Kurang dari 24 Jam
AKP D. Tambunan mengajak orang tua agar lebih aktif membina anak-anak mereka. Ia menegaskan bahwa tawuran hanya akan menghancurkan masa depan pelajar.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua dan tokoh desa, agar lebih proaktif dalam membina generasi muda. Tawuran bukan solusi, justru merusak masa depan anak-anak kita,” tegas AKP D. Tambunan, dikutip Polres Tanah Karo.
Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban atau kerusakan besar. Polsek Munte menyampaikan terima kasih atas kerja sama masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Kepolisian tetap berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman. Langkah cepat dan kolaboratif menjadi kunci utama mencegah konflik remaja di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polres Tanah Karo