Sumatera Utara - Program Bangga Kencana ditetapkan sebagai fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sumatera Utara. Ini disampaikan Sekdaprov Sumut, Togap Simangunsong, saat membuka Rakorda Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.
Acara berlangsung di Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo Nomor 1 Medan. Togap menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan keluarga dan kependudukan yang berkelanjutan.
Ia menyebut bahwa persiapan SDM unggul harus dimulai sejak hulu hingga hilir. Mulai dari ibu hamil, anak usia dini, hingga lansia. Program Bangga Kencana dinilai sangat vital dalam mendukung target ini.
Baca juga: Enam Wilayah Siaga Darurat Karhutla di Sumut, Begini Cara Bobby Mengatasinya
Kolaborasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) harus ditingkatkan. Sasaran adalah keluarga berisiko stunting dengan pendekatan bantuan gizi, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan.
Togap meminta seluruh sasaran program Genting mendapat manfaat penuh. Bantuan nutrisi dan non-nutrisi harus disalurkan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan dunia usaha sebagai orang tua asuh.
Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Berkelanjutan harus diterapkan di seluruh tempat penitipan anak milik pemerintah daerah. Ini untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara optimal.
Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Unggul juga wajib dilaksanakan konsisten. Program ini menjadi kunci meningkatkan kualitas hidup anak sejak dalam kandungan hingga dua tahun pertama.
Baca juga: Dua Hektare Ladang Ganja di Hutan Madina Dimusnahkan BNNP Sumut dan Brimob
Pembentukan konsorsium Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Maju juga menjadi keharusan. Ini untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan ketahanan keluarga.
Peningkatan kesejahteraan lansia melalui program Berkah Sidaya (Lansia berdaya) harus berjalan. Menghormati lansia adalah cerminan peradaban yang baik.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Fatmawati melaporkan capaian program Tamasya. Sebanyak 1.129 ayah di Sumut telah mengikuti program ini, melampaui target sebesar 260,1%.
Namun, masih ada tantangan di lapangan. Salah satunya adalah belum adanya penguatan materi untuk program Lansia berdaya. Ini menjadi kendala bagi pengelola program di provinsi dan pelaksana di lini lapangan.
Masalah lain adalah belum selesainya model pencatatan dan pelaporan untuk Sidaya. Aplikasi GO Lantang belum berfungsi maksimal, sehingga mengganggu proses pelaporan, khususnya untuk Sekolah Lansia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA