SUMATERA UTARA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan tajam. Kali ini, ia mengajukannya kepada CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Lewat unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menyarankan agar Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) meninjau kembali besarnya subsidi yang diterima perusahaan milik Musk. Menurutnya, langkah ini bisa menghemat anggaran negara dalam jumlah besar.
"Elon mungkin menerima lebih banyak subsidi dibanding siapa pun dalam sejarah. Tanpa subsidi, ia mungkin harus menutup usahanya dan pulang ke Afrika Selatan," tulis Trump, dikutip REUTERS (1/5/25).
"Mungkin DOGE perlu melihat ini secara serius. HEMAT BESAR UNTUK NEGARA!!!"
Komentar Trump ini muncul sehari setelah Elon Musk kembali mengkritik keras paket kebijakan pemotongan pajak dan belanja pemerintah yang didorong oleh Trump. Dalam unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter), Musk menyebut rancangan undang-undang tersebut sebagai 'gila dan merusak.'
Tidak berhenti sampai di situ, Musk juga mengancam akan menjatuhkan para anggota parlemen yang mendukung RUU tersebut, terutama mereka yang sebelumnya berkampanye untuk mengurangi belanja negara.
"Mereka seharusnya malu! Dan mereka akan kalah di pemilihan pendahuluan tahun depan jika itu hal terakhir yang saya lakukan di dunia ini!" tulis Musk.
Bahkan, Musk mengusulkan pembentukan partai politik baru yang benar-benar peduli pada rakyat, menyindir bahwa sistem politik saat ini seperti dikendalikan oleh “PORKY PIG PARTY.”
Hubungan antara Trump dan Musk pun tampak semakin renggang. Padahal, sebelumnya Musk sempat menggelontorkan hampir $300 juta untuk mendukung kampanye pemilihan ulang Trump dan bahkan memimpin inisiatif efisiensi federal melalui DOGE. Namun kini, sang miliarder menyatakan ketidaksenangannya secara terbuka.
"Saya secara harfiah mengatakan, HENTIKAN SEMUANYA sekarang juga," tulis Musk sebagai respons atas sindiran Trump.
Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada politik, tapi juga merembet ke dunia bisnis. Saham Tesla sempat mengalami fluktuasi tajam hingga kehilangan sekitar 150 miliar dolar dari nilai pasar, meskipun kemudian mulai pulih kembali.
Sebelumnya, Elon Musk dan Trump terlihat akrab sebelum mulai saling sindir satu samal iain di media sosial. Setelah sudah merasa tidak sejalan dengan Trump, Elon mulai melempark sindiran satu per satu baik lewa media sosial miliknya sendiri, X.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters