Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 MEI 2026 • 10:15 WIB

Mahasiswa Diajak Bangun Jiwa Kepemimpinan Lewat “Babad Alas”

Mahasiswa Diajak Bangun Jiwa Kepemimpinan Lewat “Babad Alas”Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Gedung Digital Learning Center Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (30/4/2026). (Pemko Medan)

Sumatera Utara - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak mahasiswa untuk mulai berani mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan bedah buku “Babad Alas”.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Digital Learning Center Universitas Sumatera Utara. Ratusan mahasiswa turut hadir mengikuti jalannya diskusi.

Selain Rico Waas, acara ini juga menghadirkan penulis buku, Bima Arya. Turut hadir pula Rektor USU Muryanto Amin.

Baca juga: Warga Apresiasi Perbaikan Jalan Speksi Kanal, Mobilitas Kini Lancar

Dalam kesempatan tersebut, Rico menilai buku “Babad Alas” memiliki nilai lebih dari sekadar kisah hidup. Buku ini dianggap sebagai rekam jejak kepemimpinan.

Menurutnya, isi buku tersebut dapat menjadi referensi penting bagi generasi muda. Terutama dalam memahami praktik kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa bangsa membutuhkan pemimpin yang baik di masa depan. Dan peran tersebut, menurutnya, ada di tangan anak muda saat ini.

Sementara itu, Bima Arya menyoroti pentingnya ideologi bagi seorang pemimpin. Ia menilai ideologi menjadi fondasi utama dalam berpikir dan bertindak.

Tanpa ideologi yang kuat, seorang pemimpin akan mudah goyah. Hal tersebut dapat memengaruhi konsistensi dalam mengambil keputusan.

Ia menyebutkan bahwa ideologi dapat terbentuk dari berbagai pemikiran tokoh. Beberapa di antaranya seperti Soe Hok Gie hingga Abdurrahman Wahid.

Selain ideologi, Bima juga menekankan pentingnya strategi dalam memimpin. Salah satu konsep yang ia gunakan adalah mencicil harapan.

Baca juga: May Day di Medan Utamakan Pendekatan Humanis, Pelayanan Jadi Prioritas

Menurutnya, perubahan tidak harus dilakukan sekaligus. Namun dapat dilakukan secara bertahap agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan mengelola kepentingan. Seorang pemimpin harus mampu membedakan antara kepentingan dan ketulusan.

Dalam praktiknya, pemimpin perlu memiliki batasan yang jelas. Hal ini penting untuk menjaga integritas.

Selain itu, dukungan politik juga harus dibangun secara seimbang. Baik dari masyarakat bawah, kelas menengah, maupun elit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa Diajak Bangun Jiwa Kepemimpinan Lewat “Babad Alas”

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!