Sumatera Utara - Silaturahmi antara pengurus Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Pertemuan tersebut digelar di Rumah Dinas Wali Kota Medan pada Selasa (3/3/2026).
Selain menjadi ajang mempererat hubungan, pertemuan itu juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk membahas berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu topik yang dibahas adalah terkait Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500-7.1/1540 mengenai penataan lokasi serta pengelolaan limbah penjualan daging non-halal di wilayah Kota Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Forkala dan FPK menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Medan.
Baca juga: Kurangi Emisi dan Kemacetan, BRT Mebidang Siap Layani 12 Koridor
Ketua Forkala Kota Medan, Datuk Adil Freddy, mengatakan bahwa munculnya berbagai persepsi di masyarakat merupakan hal yang wajar dalam setiap kebijakan publik.
Namun demikian, menurutnya perbedaan pandangan tidak seharusnya memicu kesalahpahaman yang dapat merusak hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Forkala siap membantu memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat terkait maksud dari surat edaran tersebut.
Datuk Adil Freddy juga menekankan bahwa sebagai lembaga adat di kota yang memiliki keberagaman budaya, Forkala memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan sosial.
Dalam pertemuan tersebut, ia hadir bersama Ketua FPK Delyuzar, Sekretaris Forkala Arwin Harahap, serta anggota Forkala lainnya yakni Martinus Lase dan Abdul Rajab Pasaribu.
Martinus Lase yang mewakili masyarakat Nias juga menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Kota Medan.
Ia menyebut pihaknya siap membantu menyampaikan pemahaman kepada masyarakat agar kebijakan tersebut dapat diterima dengan baik.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan oleh Forkala dan FPK dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bukanlah untuk melarang aktivitas tertentu, melainkan bertujuan untuk melakukan penataan.
Rico Waas juga mengakui bahwa setiap kebijakan pasti menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemko Medan