Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mempercepat langkah untuk mewujudkan kondisi tanpa pengungsi pascabencana. Salah satu fokus utama yang dikerjakan saat ini adalah penyelesaian ribuan hunian sementara atau huntara bagi masyarakat terdampak.
Sebanyak 1.427 unit huntara sedang dalam tahap percepatan pembangunan. Fasilitas tersebut tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Data terbaru menunjukkan masih terdapat 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa yang berada di pengungsian. Pemerintah berharap penyediaan huntara yang hampir rampung ini dapat segera menampung seluruh pengungsi.
Sejumlah huntara sebenarnya sudah dihuni oleh masyarakat. Di Lapangan Bola Simarpinggan tersedia 186 unit yang telah ditempati.
Baca juga: Keseriusan Pemprov Sumut Percepat Pembangunan Nias Utara Diapresiasi
Selain itu, di Dusun Aek Latong Desa Marsada Kecamatan Sipirok terdapat 118 unit. Beberapa lokasi lain juga sudah difungsikan seperti Adiankoting sebanyak 40 unit.
Asrama Haji Pinangsori menyediakan 52 unit huntara, sementara di Lahan Balerong Pasar Tukka terdapat 12 unit. Lahan Rusunawa Pandan juga telah diisi dengan 90 unit hunian.
Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi dapat menempati huntara sebelum Hari Raya Idulfitri. Harapannya masyarakat bisa merayakan lebaran dengan tempat tinggal yang lebih layak.
Selain menyediakan hunian sementara, Pemprov Sumut juga menyalurkan bantuan pengganti sewa rumah kepada 313 kepala keluarga. Bantuan ini diberikan sembari menunggu pembangunan hunian tetap.
Baca juga: Pemprov Sumut Integrasikan Aspirasi Reses ke Dokumen Pembangunan
Bantuan sewa rumah tersebut kemudian dilanjutkan dengan dana tunggu hunian selama tiga bulan dari BNPB. Skema ini menjadi jembatan bagi masyarakat sebelum dipindahkan ke hunian tetap.
Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana juga telah disusun. Kebutuhan anggaran program ini diperkirakan mencapai Rp30,5 triliun untuk periode 2026 hingga 2028.
Di sisi lain, data korban menunjukkan 376 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut bertambah satu setelah ditemukannya korban terbaru.
Sementara itu, 40 orang masih dinyatakan hilang. Meski pencarian besar telah dihentikan, proses pencarian tetap dilakukan jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA