Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 26 JANUARI 2026 • 09:00 WIB

Dari Humbahas untuk Indonesia, TSTH2 Bidik Peran Strategis Bioekonomi

Dari Humbahas untuk Indonesia, TSTH2 Bidik Peran Strategis BioekonomiWagub Surya saat mendampingi peninjauan kawasan TSTH2 oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Sabtu (24/1/2026). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan pentingnya peran Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kawasan ini dipandang sebagai wilayah strategis yang disiapkan untuk mendukung pengembangan bioekonomi nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Surya saat mendampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungan ke kawasan TSTH2 di Kecamatan Pollung. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan ekonomi berbasis riset mendapat perhatian serius di tingkat nasional.

Menurut Surya, keberadaan TSTH2 tidak bisa lagi dipandang sebagai proyek daerah semata. Kawasan ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi berbasis inovasi dan kearifan lokal.

Ia menyebut TSTH2 sebagai ruang masa depan, tempat ilmu pengetahuan berkembang dari wilayah dataran tinggi dan memberi kontribusi nyata bagi ekonomi Indonesia.

Baca juga: Jaga Ketertiban dan Estetika, Pemko Medan Tertibkan PKL Pasar Simpang Limun

Kawasan TSTH2 memiliki potensi besar dengan keberadaan lebih dari 100 jenis tanaman herbal dan hortikultura unggulan. Beberapa di antaranya adalah andaliman, jahe merah, dan kunyit hitam yang memiliki nilai strategis.

Kondisi agroklimat di Humbang Hasundutan dinilai sangat mendukung pengembangan riset perbenihan dan adaptasi iklim. Hal ini menjadi modal penting dalam menghasilkan bahan baku berkualitas.

Surya juga menyoroti kondisi kemandirian benih hortikultura di Sumatera Utara yang masih terbatas. Penangkar lokal bawang merah, misalnya, baru mampu memenuhi sebagian kecil dari total kebutuhan bibit.

Situasi tersebut, menurutnya, justru membuka peluang besar bagi penguatan peran TSTH2. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat riset dan produksi benih unggul yang adaptif dengan kondisi lokal.

Baca juga: Rute Baru Pinangsori–Pekanbaru Dibuka, Gubernur Bobby Minta Tiket Tak Mahal

Selain fokus pada riset, TSTH2 juga diarahkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat pembelajaran bagi petani dan inkubator UMKM berbasis herbal.

Lebih jauh, TSTH2 juga menjadi basis pendidikan vokasi di bidang pertanian dan bioteknologi. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pendapatan petani dan membuka lapangan kerja baru.

Pengembangan TSTH2 sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pentingnya kemandirian bangsa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemprov Sumut telah mengintegrasikan TSTH2 ke dalam dokumen perencanaan daerah dan program prioritas OPD. Pemerintah daerah juga memastikan hasil riset dapat berlanjut hingga ke tahap hilirisasi dan pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Humbahas untuk Indonesia, TSTH2 Bidik Peran Strategis Bioekonomi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!