Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 08:45 WIB

Pemko Medan Tata Ulang UMKM CFD demi Kenyamanan dan Daya Tarik Wisata

Pemko Medan Tata Ulang UMKM CFD demi Kenyamanan dan Daya Tarik WisataWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi pengurus Paguyuban UMKM CFD Medan (UCM), di Balai Kota, Rabu (14/1/2026). (Pemko Medan) 

Sumatera Utara - Pemerintah Kota Medan berencana menata kawasan Car Free Day (CFD) agar tidak hanya menjadi ruang aktivitas olahraga, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner yang nyaman. Penataan ini difokuskan pada pengelolaan pelaku UMKM.

Rencana tersebut mengemuka saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Paguyuban UMKM CFD Medan di Balai Kota. Dalam pertemuan itu, Rico Waas mengapresiasi semangat kolektif para pelaku UMKM.

Menurut Rico Waas, paguyuban yang terbentuk dari inisiatif akar rumput memiliki kekuatan solidaritas yang tinggi. Struktur kerja yang jelas membuat koordinasi antaranggota berjalan lebih efektif.

Berdasarkan data yang ada, terdapat 648 UMKM yang terdaftar di CFD Medan, dengan sekitar 500 di antaranya aktif berjualan setiap pekan. Jumlah ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik.

Rico Waas menekankan pentingnya penataan zonasi usaha. Ia mengusulkan pengelompokan pedagang berdasarkan jenis dagangan, seperti makanan asin, manis, sarapan, hingga minuman.

Baca juga: Rico Waas: Penanganan Banjir Medan Harus Bertumpu pada Data dan Pemetaan Akurat

Zonasi yang rapi dinilai akan memudahkan pengunjung mencari produk yang diinginkan. Selain itu, suasana kawasan CFD juga menjadi lebih tertib dan nyaman.

Tidak hanya penataan lokasi, Rico Waas juga menyoroti pentingnya edukasi terkait labelisasi dan branding produk UMKM. Pengemasan dan identitas produk perlu ditingkatkan agar memiliki daya saing.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas dan lebih siap menghadapi persaingan pasar. Peningkatan kualitas visual produk menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga menginstruksikan Satpol PP untuk melakukan pengawasan agar tidak ada aktivitas berjualan di sekitar Lapangan Merdeka Medan.

Baca juga: Keselamatan Jadi Prioritas, Rico Waas Larang Gang Kebakaran Disalahgunakan

Penertiban ini dilakukan untuk menjaga fungsi ruang publik serta menciptakan ketertiban kota. Para pedagang diarahkan untuk berjualan di lokasi yang telah ditentukan.

Ketua Paguyuban UCM, Nico Andreas, menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut. Ia menyebut sebagian besar anggota telah kooperatif berpindah ke lokasi alternatif.

Dengan dukungan Pemko Medan, para pelaku UMKM berharap CFD Medan dapat benar-benar berkembang menjadi ruang ekonomi yang tertata, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemko Medan Tata Ulang UMKM CFD demi Kenyamanan dan Daya Tarik Wisata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!