Sumatera Utara - Keberhasilan Geopark Kaldera Toba mempertahankan status Green Card dari UNESCO mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. Status internasional tersebut dinilai sebagai pencapaian penting bagi Sumatera Utara.
Apresiasi itu disampaikan Bobby Nasution saat menerima kunjungan Badan Pengelola Toba Caldera Geopark di Kantor Gubernur Sumut, Medan. Dalam pertemuan tersebut, Bobby menekankan pentingnya dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pengakuan dari UNESCO tidak boleh berhenti pada label semata. Status Green Card harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan Geopark.
Bobby juga menegaskan bahwa investasi yang masuk ke kawasan Kaldera Toba harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Ia mengingatkan agar setiap rencana investasi tidak merusak lingkungan pariwisata.
Segala bentuk investasi, kata Bobby, perlu dikaji secara matang berdasarkan asas manfaat bagi masyarakat. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan hal tersebut.
Baca juga: Pemprov dan DPRD Sumut Sepakati Tiga Ranperda untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
Terkait skema pembiayaan dari pihak luar, Bobby mengingatkan pengelola agar mengedepankan kemandirian. Ia meminta agar konsep pembiayaan tidak memberatkan pengelolaan Geopark di masa depan.
Namun demikian, Bobby menyebut bahwa opsi bantuan atau pinjaman tetap dapat dipertimbangkan selama memberikan manfaat nyata dan tidak menimbulkan beban jangka panjang.
Sebelumnya, General Manager BPTCG Azizul Kholis melaporkan bahwa sertifikat Green Card dijadwalkan diterima secara resmi pada Februari 2026 di Prancis.
Selain itu, Kaldera Toba diproyeksikan menjadi pusat penelitian Geopark se-Asia Pasifik. Proyeksi ini membuka peluang kolaborasi di bidang riset dan pengembangan.
Baca juga: Pemprov Sumut Tegaskan Bantuan Bencana Tetap Dikirim Cepat Meski Ada Kendala Teknis
Azizul juga menyampaikan rencana penyelenggaraan kegiatan besar pada September 2026 yang melibatkan aktivis, akademisi, dan pengusaha.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat posisi Kaldera Toba sebagai pusat penelitian sekaligus destinasi pariwisata berkelanjutan.
Kerja sama dengan Kementerian Pariwisata juga dilakukan untuk memetakan dan meningkatkan infrastruktur di wilayah prioritas Geopark.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA