Sumatera Utara - Upaya penanggulangan narkoba di Sumatera Utara kembali mendapat dorongan baru lewat ajakan Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, kepada Tarekat Naqsabandiyah. Ia menilai peran tarekat sangat penting dalam memperkuat akhlak dan ketahanan moral, terutama bagi generasi muda. Pada kegiatan Zikir Akbar Nasional PPITTNI, pesan tersebut menjadi sorotan utama.
Bobby meyakini bahwa pendekatan moral dan akhlak dapat menjadi benteng pertama sebelum narkoba masuk ke lingkungan masyarakat. Ia optimis, nilai-nilai keimanan yang ditanamkan melalui tarekat mampu membuat anak muda menolak godaan narkoba secara sadar dan mandiri.
Dalam momentum tersebut, Bobby tidak hanya menekankan kolaborasi spiritual, tetapi juga kerja sama lintas sektor. Menurutnya, pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat harus berjalan seiring agar persoalan narkoba bisa ditangani secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota di Sumut.
Baca juga: Gebrakan Kota Data Medan Dapat Pujian dari Komisi Informasi Sumut
Ia juga menegaskan adanya komitmen Pemprov Sumut untuk menjaga kedekatan dengan Tarekat Naqsabandiyah. Bahkan, ia berharap pemerintah daerah bisa menjadi bagian dari gerakan tarekat tersebut untuk mendorong nilai-nilai kebaikan di masyarakat.
Bobby mengapresiasi pelaksanaan Zikir Akbar Nasional yang digelar di Sumut karena dianggap membawa dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, doa dan zikir yang dipanjatkan para jamaah menjadi kekuatan batin yang bermanfaat bagi daerah.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan kemudahan bagi persoalan-persoalan yang sedang dihadapi Sumut. Baginya, dukungan spiritual merupakan bagian penting dalam membangun ketenangan sosial.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pandangan tentang peran tasawuf dalam mengubah perilaku masyarakat. Ia menyebut tasawuf sebagai pendekatan yang efektif untuk menyelesaikan persoalan akhlak, termasuk narkoba dan premanisme.
Baca juga: Safari Natal Pemko Medan: Rico Waas Serukan Keluarga Harmonis & Rukun
Nasaruddin optimis bahwa jika ajaran tasawuf diperluas penyebarannya, perubahan perilaku akan terlihat signifikan. Menurutnya, narkoba hingga tindakan premanisme dapat dijinakkan dengan pendekatan spiritual yang tepat.
Ia pun meminta agar tarekat diberi kesempatan lebih luas untuk mengembangkan ajaran tasawuf di Sumatera Utara. Baginya, ruang ini diperlukan agar masyarakat bisa merasakan dampak positif dari praktik keagamaan tersebut.
Kegiatan Zikir Akbar Nasional itu turut dihadiri Syekh Muhammad Ali Idris, Bupati Batubara Baharudin Siagian, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, serta ribuan jamaah dari berbagai daerah, termasuk peserta dari Cina dan Rusia.
Acara itu menjadi bukti kuatnya dukungan masyarakat terhadap upaya memperkuat akhlak sebagai bagian dari solusi melawan narkoba di Sumatera Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA, PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA