Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong penguatan keluarga melalui layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Program ini menjadi bagian penting untuk membangun ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial. Hal ini disampaikan Kepala Dinas P3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti, pada Temu Pers yang digelar di Lobby Dekranasda.
Dwi menjelaskan bahwa tema kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan SDM yang diusung Gubernur Sumut Bobby Nasution. Menurutnya, penguatan perempuan dan perlindungan anak menjadi titik awal membangun kualitas keluarga di Sumut.
Ia menegaskan bahwa PUSPAGA berperan sebagai garda terdepan pencegahan kekerasan dalam keluarga. Layanan seperti pendampingan, konseling, dan edukasi parenting diberikan untuk membantu orang tua menghadapi persoalan dalam pengasuhan.
Dwi memaparkan bahwa berdasarkan data Simfoni PPA, terdapat 1.444 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga Oktober 2025. Angka tersebut menunjukkan pentingnya intervensi sistematis melalui program seperti PUSPAGA.
Baca juga: Performa Memukau Jakabiran Harahap di Lintasan 1.500 Meter
Meskipun berjalan hampir tanpa anggaran, Dwi mengatakan layanan PUSPAGA tetap mampu berjalan maksimal. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Sumut dalam menjamin perlindungan perempuan dan anak.
PUSPAGA juga memberikan layanan konseling bagi keluarga yang menghadapi konflik, persoalan pola asuh, maupun kebutuhan edukasi lainnya. Dwi menyebut edukasi parenting sebagai kunci menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat.
Untuk perluasan program, Dinas P3AKB menjalin kerja sama dengan UINSU dan USU. Kolaborasi ini diharapkan memperluas jangkauan edukasi hingga ke lembaga pendidikan.
Sementara itu, Gubernur Sumut melalui P3AKB juga memperkuat kerja sama dengan Kopertis dan LLDIKTI. Fokusnya untuk memperluas penyuluhan dan meningkatkan upaya pencegahan kekerasan.
Baca juga: Hari Perdana Kejuaraan Atletik, Indonesia Langsung Amankan Peringkat Dua
Dwi berharap program PUSPAGA dapat menekan angka perceraian, meningkatkan pemenuhan hak anak, dan memperkuat kesetaraan gender. Ia menekankan bahwa keluarga tangguh menjadi fondasi pembangunan SDM Sumatera Utara.
Temu Pers ini menjadi ruang bagi pemerintah menyampaikan pencapaian sekaligus upaya lanjutan agar perlindungan keluarga dapat semakin maksimal. PUSPAGA diharapkan menjadi wadah pembelajaran keluarga yang terus tumbuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA