Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 09:45 WIB

Kolaborasi Lewat JASKOP, Sumut Sukses Redam Gejolak Harga Pangan

Kolaborasi Lewat JASKOP, Sumut Sukses Redam Gejolak Harga PanganPengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo di Medan, Senin (10/11/2025). (Pemprov Sumut)

Sumatera Utara - Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (JASKOP) yang digagas oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama Wakil Gubernur Surya, dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Menurut pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo, program ini merupakan inisiatif penting yang memperkuat produksi dan distribusi pangan di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi di pasaran.

Wahyu menjelaskan bahwa salah satu bentuk nyata dari program ini adalah pembangunan fasilitas seperti Solar Dryer Dome (SDD) untuk membantu petani mengeringkan hasil panen dan menjaga kualitasnya. Langkah ini diyakini mampu menjaga kestabilan harga komoditas utama seperti beras dan cabai merah.

Ia menambahkan, keberadaan program JASKOP memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi pangan di sepanjang tahun 2025. Selain itu, program ini juga dinilai berperan penting dalam menekan inflasi daerah.

Kolaborasi antara Pemprov Sumut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bulog, dan Satgas Pangan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan harga di tingkat petani, pedagang, dan konsumen. Sinergi ini menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan terkoordinasi.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Layanan, Rico Waas Gagas Revitalisasi Puskesmas se-Kota Medan

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi pengendalian inflasi melalui peningkatan luas tanam dan penggunaan benih unggul bersertifikat.

Pemerintah juga memperkuat sistem pengairan dengan membangun jaringan irigasi tersier, embung, dan pompanisasi. Upaya ini dilakukan agar hasil panen lebih optimal dan risiko gagal panen dapat diminimalkan.

Selain itu, Dinas Ketapang gencar melakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman serta pelatihan bagi petani untuk meningkatkan kemampuan budidaya. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah.

Baca juga: FISIP USU Rayakan Dies Natalis dengan Semangat Mencetak Pemimpin Inklusif

Timur menegaskan, target utama program ini adalah mewujudkan swasembada pangan di Sumatera Utara sesuai visi Presiden Prabowo Subianto. Produksi beras dan jagung di Sumut tahun 2025 diprediksi mampu melampaui kebutuhan lokal.

Dengan panen besar di sejumlah daerah seperti Simalungun, Karo, dan Tapanuli Selatan, harga cabai pun diperkirakan stabil. Program JASKOP akhirnya terbukti menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan pangan di Sumut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kolaborasi Lewat JASKOP, Sumut Sukses Redam Gejolak Harga Pangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!