Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy, di Medan, Kamis (16/10/2025). (Pemprov Sumut)
Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bergerak cepat menanggapi dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba, pada 15 Oktober 2025.
Melalui Dinas Kesehatan Sumut, tim khusus bernama Tim Gerak Cepat (TGC) langsung diturunkan untuk menangani situasi tersebut. Laporan sementara mencatat sebanyak 81 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, nyeri tenggorokan, hingga diare.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, menjelaskan bahwa seluruh siswa sudah mendapat penanganan medis. Sebagian besar telah dipulangkan, sementara beberapa lainnya masih menjalani observasi di rumah sakit terdekat.
Baca juga: Perkuat Persatuan, Densus 88 dan Kemenag Sumut Libatkan Tokoh Agama Tangkal Radikalisme
Pemprov Sumut juga telah mengirim sampel muntahan ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Sumut untuk diuji. Sementara sampel makanan dikirim ke Balai Besar POM Medan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
“Tim Gerak Cepat sudah berkoordinasi dengan BBPOM dan instansi terkait untuk memastikan keamanan pangan di lokasi,” ujar Faisal di Medan, Kamis (16/10/2025).
Lebih lanjut, bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta Kesehatan Masyarakat juga melakukan supervisi lapangan untuk menelusuri rantai pasok bahan makanan.
Baca juga: Dinsos Medan Tunjukkan Kepedulian Sosial dengan Salurkan Bantuan bagi Warga Disabilitas
Untuk sementara, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan bagi siswa SMPN 1 Laguboti dihentikan operasionalnya sampai hasil pemeriksaan keluar.
Faisal menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah baik pemerintah dalam meningkatkan gizi siswa, namun keamanan pangan harus tetap menjadi prioritas utama.
Selain penanganan cepat, Pemprov Sumut kini mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh penyedia layanan gizi sekolah di Sumut. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa makanan yang disajikan aman dikonsumsi.
Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan demi kesehatan peserta didik di seluruh wilayah Sumut.
“Pemerintah akan terus memastikan program makan bergizi berjalan aman, higienis, dan memberi manfaat maksimal bagi anak-anak sekolah,” tegas Faisal menutup pernyataannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA