Sumatera Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan pembangunan dan perbaikan sejumlah infrastruktur sepanjang tahun 2025. Program ini mencakup perbaikan jalan sepanjang 44,95 kilometer, pembangunan dua daerah irigasi, serta pembangunan dan rehabilitasi lima jembatan.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Gubernur Sumut Bobby Nasution, serta Program Strategis Daerah (PSD). Tujuannya adalah untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan mendukung mobilitas barang maupun jasa menuju pusat perdagangan serta perekonomian.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Hendra Dermawan Siregar, menyebut pembangunan ini sebagai upaya membentuk Infrastruktur Strategis Terintegrasi. Konsep ini memastikan pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi saling mendukung sehingga manfaatnya lebih terasa langsung oleh masyarakat.
Dalam program PHTC, PUPR Sumut membangun dua daerah irigasi. Pertama berada di Bah Kora, Simalungun, dan kedua di Pekan Kemis, Serdangbedagai. Keduanya diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus menunjang ketahanan pangan daerah.
Baca juga: Bobby Nasution Pesan ke ASN Saat Serahkan SK PPPK: Layani Bosnya, Yaitu Rakyat
Untuk peningkatan jalan, Pemprov Sumut menangani ruas sepanjang 37,96 kilometer. Jalan tersebut tersebar di tiga wilayah, yaitu Kepulauan Nias sepanjang 27,6 kilometer, Humbang Hasundutan sepanjang 4 kilometer, dan Serdangbedagai sepanjang 6 kilometer.
Selain jalan, pembangunan juga diarahkan pada infrastruktur jembatan. Tiga jembatan baru dibangun, yaitu Jembatan Idano Noyo di Nias Barat, Jembatan Titi Keramat di Deliserdang, dan Jembatan Aek Pordomuan di Tapanuli Utara. Sementara itu, satu jembatan di Padangsidimpuan, yakni Jembatan Aek Batang Angkola, mendapatkan perbaikan.
Hendra menegaskan bahwa seluruh proyek yang berjalan pada tahun ini harus selesai sebelum 2025 berakhir. Dengan demikian, manfaat infrastruktur bisa segera dirasakan masyarakat tanpa menunggu lama.
Melalui Program Strategis Daerah, Pemprov Sumut juga melaksanakan penguatan tebing sungai di beberapa wilayah. Lokasinya meliputi Sungai Aek Rukkare di Padangsidimpuan, Aek Sirahar di Tapanuli Tengah, dan Sungai Bah Lombot di Simalungun.
Baca juga: Transportasi Baru di Danau Toba, Bobby Nasution Jajal Pesawat Amfibi Perdana
Selain itu, ada juga rehabilitasi tanggul Sungai Kualuh di Labuhanbatu Utara. Program ini penting untuk mengurangi risiko banjir yang kerap merugikan warga.
Pada sektor jalan, peningkatan struktur juga dilakukan di Kabupaten Dairi sepanjang 3,87 kilometer dan di Labuhanbatu Utara sepanjang 3,1 kilometer. Ditambah lagi, pembangunan Jembatan Aek Sipange di Tapanuli Selatan turut menjadi bagian dari agenda 2025.
Hendra berharap setiap proyek berjalan tepat waktu dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Meski belum bisa memantapkan seluruh jalan provinsi, Pemprov Sumut berkomitmen agar hasil pembangunan terasa signifikan dan bermanfaat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA