Sumatera Utara - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mencatatkan sejarah baru dengan menjadi gubernur pertama yang berkantor di Kepulauan Nias sejak Provinsi Sumut berdiri selama 78 tahun. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintah secara langsung untuk mempercepat pembangunan di kawasan kepulauan.
Kehadiran Bobby Nasution di Nias tidak hanya sebatas kunjungan kerja. Selama berada di wilayah tersebut, berbagai agenda pembangunan dijalankan sebagai bentuk tindak lanjut terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap mengatakan istilah "berkantor di Nias" baru muncul pada masa kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution. Menurutnya, gubernur sebelumnya memang pernah berkunjung ke Nias, tetapi belum pernah menjalankan aktivitas pemerintahan secara langsung dengan konsep berkantor di wilayah tersebut.
Baca juga: 118 Siswa Sekolah Binaan DWP Sumut Terima Santunan Pendidikan dari Kahiyang Ayu
Erwin menjelaskan, Bobby Nasution telah menetapkan agenda berkantor di Kepulauan Nias selama tiga bulan secara bergantian bersama Wakil Gubernur Sumut Surya. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan yang ada.
"Gubernur-gubernur sebelumnya mungkin sering juga berkunjung ke Nias, tapi kalau istilah berkantor di Nias memang baru ada di masa Gubernur Bobby Nasution ini. Dan baru kali ini ada Gubernur yang benar-benar berkantor di Kepulauan Nias, berupaya menghadirkan pembangunan di daerah ini," kata Erwin.
Selama sekitar satu pekan berada di Kepulauan Nias pada 15 hingga 20 Juli 2026, Bobby Nasution mendorong pelaksanaan sejumlah program strategis di berbagai sektor.
Program tersebut meliputi kepastian pembangunan dua sekolah, yakni SMKN 1 Gido dan SMA Unggulan Sukma. Selain itu, pemerintah juga mempercepat perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Nias Barat dan Nias Selatan.
Tidak hanya itu, pembangunan Jembatan Mo'awo dan pelabuhan Ro-Ro juga menjadi bagian dari agenda yang didorong selama berkantor di Nias. Upaya peningkatan layanan kesehatan di Nias Selatan turut menjadi perhatian pemerintah.
Di sektor pelestarian budaya, Bobby Nasution juga mendorong revitalisasi situs megalitik Tetegewo dan Bawomataluo. Sementara bagi masyarakat pesisir, bantuan diberikan kepada nelayan serta masyarakat di Kabupaten Nias Barat.
Erwin menilai berbagai langkah tersebut menunjukkan dampak nyata dari kehadiran gubernur di Kepulauan Nias. Menurutnya, dalam waktu sekitar satu minggu sudah terlihat berbagai upaya percepatan pembangunan yang dijalankan.
Baca juga: Wagub Surya: Menjaga Rupiah Berarti Menjaga Identitas dan Kedaulatan Indonesia
"Dalam satu minggu dampak kehadiran gubernur di Nias sudah luar biasa, kita berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita Pak Bobby Nasution membangun Nias, mengejar ketertinggalannya," ujarnya.
Setelah agenda Bobby Nasution pada pekan pertama selesai, program berkantor di Kepulauan Nias dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Sumut Surya. Selanjutnya, Bobby dijadwalkan kembali ke Nias untuk meneruskan penyelesaian berbagai program pembangunan yang telah direncanakan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk mempercepat pembangunan di wilayah kepulauan. Saat ini, empat kabupaten di Kepulauan Nias, yaitu Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Barat, masih berstatus daerah tertinggal.
Karena itu, Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Surya akan terus bergantian berkantor di Nias sebagai upaya menghadirkan pelayanan pemerintahan secara langsung sekaligus mempercepat pembangunan di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA