Jumat, 15 MEI 2026 • 08:30 WIB

Medan Buka Peluang Kerja Sama Lingkungan dan Ekonomi Sirkular dengan UNDP

Author

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima kunjungan delegasi United Nations Development Programme di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (13/5/2026). (Pemko Medan)

Sumatera Utara - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan delegasi United Nations Development Programme atau United Nations Development Programme di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama terkait pengelolaan sampah berkelanjutan dan penguatan sistem digital di Kota Medan.

Dalam pertemuan itu, Rico Waas menyambut baik peluang kolaborasi yang ditawarkan UNDP Indonesia.

Menurutnya, terdapat banyak sektor yang berpotensi untuk dikerjasamakan antara Pemko Medan dan UNDP.

Beberapa di antaranya berkaitan dengan pengelolaan sampah serta penguatan sistem digital pelayanan publik.

Rico Waas juga menjelaskan Kota Medan merupakan kota multikultural dengan keberagaman suku, agama, dan budaya.

Baca juga: Wagub Sumut Apresiasi Kolaborasi BKKBN dalam Program Keluarga di Sumut

Ia menyebut keberagaman tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Kota Medan sebagai kota terbesar keempat di Indonesia.

Masyarakat dari berbagai latar belakang seperti Melayu, Batak, Tionghoa, hingga India disebut hidup berdampingan di Kota Medan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kota Medan juga terus menunjukkan perkembangan positif.

Perkembangan tersebut didukung investasi serta pertumbuhan UMKM, terutama di sektor kuliner dan produk lokal yang mulai diarahkan menuju pasar ekspor.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga memaparkan komitmen Pemko Medan dalam mengembangkan kawasan heritage dan wisata sejarah.

Beberapa kawasan yang disebut antara lain Lapangan Merdeka Medan, Kesawan, dan Warenhuis.

Baca juga: Hubungan Sumut dan Belanda Didorong Lebih Erat Lewat Investasi dan SDM

Pengembangan kawasan tersebut dilakukan untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya di Kota Medan.

Pemko Medan juga terus mendorong digitalisasi layanan kesehatan serta pelatihan vokasi bagi masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, Rico Waas turut memperkenalkan sejumlah ikon Kota Medan seperti Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, kawasan Kota Lama Belawan, hingga Pelabuhan Belawan.

Ia juga menyoroti potensi sungai-sungai besar di Kota Medan yang dinilai dapat ditata dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sujala Pant menjelaskan UNDP telah lama bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara.

Menurutnya, sejumlah bidang yang berpotensi untuk dikerjasamakan meliputi pengelolaan sampah, lingkungan hidup, ekonomi sirkular, pengembangan UMKM, hingga peningkatan ekonomi masyarakat melalui komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sistem digital milik UNDP yang digunakan untuk melacak distribusi vaksin dan obat-obatan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemko Medan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU